- Nana Sumarna mengantar putrinya mengikuti ujian UTBK di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang pada Rabu, 29 April 2026.
- Demi mendampingi sang anak, Nana menempuh perjalanan 50 kilometer menggunakan sepeda motor dari Kabupaten Tangerang sejak pagi hari.
- Sopir bus ini rela meliburkan diri dari pekerjaannya sebagai bentuk dukungan moral agar sang anak bersemangat meraih pendidikan tinggi.
SuaraBanten.id - Suasana pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang tak hanya dipadati peserta ujian, tetapi juga sejumlah orang tua yang setia menunggu di luar area gedung dengan perasaan campur aduk antara harap dan cemas.
Salah satunya adalah Nana Sumarna, orang tua peserta asal Tangerang. Ia tampak sabar menanti anaknya yang tengah berjuang di ruang ujian. Ia mengaku, momen UTBK menjadi salah satu fase cukup menegangkan sebagai orang tua karena akan menentukan nasib anaknya.
“Pastinya ada rasa bangga, senang, tetapi juga khawatir jika hasilnya tidak sesuai harapan. Namanya orang tua, pasti ingin hasil yang baik buat anaknya,” kata Nana saat ditemui di Kampus Untirta, Serang, Rabu (29/4/2026).
Di balik harapannya, tersimpan perjuangan yang tidak sederhana. Nana mengungkapkan, dirinya harus rela menempuh jarak lebih dari 50 kilometer dari Kabupaten Tangerang menggunakan sepeda motor demi bisa mengantarkan anaknya ikut UTBK karena takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan terhadap anak perempuannya.
Tak hanya itu, kata Nana, dirinya terpaksa harus menolak sementara pekerjaan agar bisa memenuhi janji kepada anaknya untuk mengantar saat UTBK. Diketahui, Nana sehari-hari bekerja sebagai sopir mobil besar, seperti bus maupun truk.
"Berangkat tadi jam 05.30 WIB sampai sini (Untirta) itu sekitar jam 07.00 WIB. Saya naik motor ke sini. Anak pengen dianter, khawatir juga namanya anak perempuan. Saya kepaksa off dulu, kerjaan sih freelance sebagai sopir. Ada panggilan (kerja) ga ambil dulu, relain waktu buat anak," ungkapnya.
Menurut Nana, semangat belajar anaknya menjadi hal yang paling membanggakan, melampaui sekadar hasil akhir yang nanti akan diperoleh. Diakuinya, melihat adanya tekad kuat dari sang anak untuk mengubah masa depan melalui pendidikan.
Sebagai orang tua, Nana menyadari bila dukungan yang dapat diberikan olehnya terhadap anak tidak selalu dalam bentuk materi. Namun dengan kehadirannya di lokasi ujian bisa menjadi simbol dukungan moral agar anaknya merasa tidak berjuang sendirian.
"Berjam-jam nunggu gini ga masalah, rela bua anak enggak apa-apa. Meski jarang di rumah karena kerjaan, tapi buat anak insha Allah bakal tetap ada. Mudah-mudahan lolos, anaknya pengen kuliah di Semarang. Sebagai orang tua, insha Allah saya siap aja untuk biayanya, insha Allah rezeki mah ada aja," tandasnya.
Baca Juga: Nestapa Pasutri di Cilegon, 3 Hari Tidur di Emperan Toko Usai Diusir dari Kontrakan
Kontributor : Yandi Sofyan
Tag
Berita Terkait
-
Nestapa Pasutri di Cilegon, 3 Hari Tidur di Emperan Toko Usai Diusir dari Kontrakan
-
Fakta di Balik Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Lebak: Pelaku dan Korban Alami Keterbatasan Mental
-
Siapa Syekh Yusuf? Kenalan dengan Pahlawan Lintas Benua Asal Banten
-
Cuma 3 Jam dari Jakarta! Temukan Keajaiban Alam Perawan dan Kearifan Baduy di Lebak
-
Wagub Banten Sentil Pusat: Otonomi Daerah Jangan Jalan Setengah Hati
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel