- Syekh Yusuf Al-Makassari diakui sebagai pahlawan nasional di Indonesia dan Afrika Selatan atas perjuangan melawan penjajahan serta dakwahnya.
- Kementerian Kebudayaan merencanakan pembangunan Museum Syekh Yusuf di Cape Town sebagai wujud diplomasi budaya serta Rumah Budaya Indonesia.
- Peringatan 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf kini resmi masuk agenda UNESCO sebagai penghormatan atas warisan intelektual dan spiritual beliau.
SuaraBanten.id - Nama Syekh Yusuf Al-Makassari mungkin belum setenar pahlawan nasional lainnya di telinga sebagian generasi milenial dan anak muda.
Namun, beliau adalah sosok luar biasa yang warisan perjuangannya melampaui batas negara, bahkan diakui di dua benua.
Dalam momentum Peringatan 400 Tahun Kelahiran Syekh Yusuf Al-Makassari, yang kini resmi masuk agenda UNESCO, Kementerian Kebudayaan mengupayakan pembangunan Museum Syekh Yusuf sebagai Rumah Budaya Indonesia di Cape Town, Afrika Selatan.
Siapa Sebenarnya Syekh Yusuf Al-Makassari? Pejuang Paripurna Lintas Benua
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyebut Syekh Yusuf sebagai pejuang paripurna. Beliau adalah sosok yang sangat komplit, menyatukan kekuatan pemikiran melalui 50 karya tasawuf dengan aksi fisik melawan penjajahan.
"Beliau adalah satu-satunya tokoh yang menyandang gelar Pahlawan Nasional di dua negara, Indonesia dan Afrika Selatan. Di tanah Banten inilah beliau mengabdi sebagai mufti sekaligus menantu Sultan Ageng Tirtayasa,” tegas Menbud.
Ini adalah fakta yang sangat membanggakan dan menunjukkan betapa luasnya pengaruh Syekh Yusuf. Perjalanannya yang panjang, mulai dari Makassar, Banten, hingga diasingkan ke Sri Lanka dan kemudian ke Cape Town, Afrika Selatan, tidak memadamkan semangatnya untuk berdakwah dan melawan penindasan.
Di Afrika Selatan, beliau dikenal sebagai "Tuan Guru" dan merupakan salah satu tokoh yang membawa "Fajar Islam" serta menginspirasi perjuangan anti-apartheid.
Selain dikenal sebagai pejuang fisik, Syekh Yusuf juga merupakan ulama besar dengan warisan intelektual yang kaya. Sebanyak 50 karya tasawuf yang beliau hasilkan adalah bukti kedalaman pemikiran dan spiritualitasnya.
Baca Juga: Cuma 3 Jam dari Jakarta! Temukan Keajaiban Alam Perawan dan Kearifan Baduy di Lebak
Karya-karya ini tidak hanya menjadi khasanah ilmu pengetahuan Islam, tetapi juga sumber inspirasi bagi banyak umat.
Peringatan empat abad kelahiran Syekh Yusuf Al-Makassari ini menjadi momen refleksi atas warisan intelektual dan perjuangan pahlawan lintas benua ini. Pengakuan UNESCO atas agenda peringatan ini semakin menegaskan posisi Syekh Yusuf sebagai tokoh bangsa yang pengaruhnya diakui secara global.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan, pembangunan Museum Syekh Yusuf sebagai Rumah Budaya Indonesia di Cape Town, Afrika Selatan, adalah langkah strategis untuk memperkuat diplomasi kebudayaan Indonesia.
"Langkah ini telah dikoordinasikan dengan otoritas setempat serta Kementerian Luar Negeri, dan telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto," ujar Fadli Zon.
Berita Terkait
-
Cuma 3 Jam dari Jakarta! Temukan Keajaiban Alam Perawan dan Kearifan Baduy di Lebak
-
Wagub Banten Sentil Pusat: Otonomi Daerah Jangan Jalan Setengah Hati
-
Filosofi 'Gunung Ulah Dilebur': Pesan Kuat 1.552 Warga Baduy dalam Seba 2026 untuk Penyelamatan Bumi
-
5 Rekomendasi Wisata Alam Pandeglang 2026 Wajib Kamu Kunjungi, Surga Tersembunyi di Ujung Jawa
-
Waspada! 24 Warga Badui Digigit Ular Mematikan Sejak Awal Tahun
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel