- Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, mengkritik pelaksanaan otonomi daerah yang dianggap belum berjalan penuh saat peringatan hari jadi di Banten.
- Dimyati menyoroti ketidakkonsistenan pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah yang dinilai masih tumpang tindih serta perlu segera dievaluasi.
- Pemerintah daerah diminta mengoptimalkan kinerja internal agar pemerintah pusat lebih percaya dalam memberikan kewenangan pengelolaan urusan secara lebih luas.
SuaraBanten.id - Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) XXX tahun 2026 di Provinsi Banten diwarnai kritik tajam dari Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah.
Ia secara terbuka menyatakan bahwa pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia, khususnya terkait tarik-menarik kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah, belum berjalan penuh.
Kritik ini disampaikan Dimyati usai upacara Hari Otonomi Daerah XXX 2026 di Pendopo Gubernur Banten, Senin (27/4/2026), memicu perdebatan penting mengenai arah desentralisasi di Indonesia.
Konsep otonomi daerah sejatinya lahir sebagai solusi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui desentralisasi.
Tujuannya adalah agar pemerintah daerah memiliki kewenangan yang cukup untuk mengelola urusan rumah tangganya sendiri, sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik lokal.
Namun, Dimyati Natakusumah melihat praktik di lapangan belum konsisten.
"Ada kewenangan yang kembali ditarik ke pusat. Kita tetap mengikuti aturan, tapi kondisi ini perlu evaluasi,” tegasnya, dilansir dari BantenNews -jaringan Suara.com, Selasa (28/4/2026).
Ia meminta pemerintah pusat menata ulang pembagian kewenangan agar tidak menimbulkan tumpang tindih. Menurutnya, daerah harus memegang peran lebih luas dalam mengelola urusan di luar sektor strategis.
“Selain hukum, pertahanan, keamanan, agama, dan luar negeri, seharusnya daerah mengelola kewenangan lainnya,” ujarnya.
Baca Juga: Filosofi 'Gunung Ulah Dilebur': Pesan Kuat 1.552 Warga Baduy dalam Seba 2026 untuk Penyelamatan Bumi
Dimyati juga menyinggung faktor internal daerah yang ikut memicu kondisi ini. Ia menilai, sebagian daerah gagal menjalankan kewenangan secara optimal sehingga pusat kembali mengambil alih.
“Ada daerah yang tidak maksimal, itu memicu desentralisasi berjalan setengah hati,” katanya.
Ia menekankan pentingnya kepercayaan kepada daerah untuk mengembangkan potensi masing-masing tanpa intervensi berlebihan dari pusat.
“Kita harus memberi ruang kepada daerah agar bisa berkembang dan mengelola potensinya sendiri,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Filosofi 'Gunung Ulah Dilebur': Pesan Kuat 1.552 Warga Baduy dalam Seba 2026 untuk Penyelamatan Bumi
-
5 Rekomendasi Wisata Alam Pandeglang 2026 Wajib Kamu Kunjungi, Surga Tersembunyi di Ujung Jawa
-
Waspada! 24 Warga Badui Digigit Ular Mematikan Sejak Awal Tahun
-
Pemilik Kendaraan Listrik di Banten Merapat! Simak 4 Poin Penting Kebijakan Bebas Pajak
-
Datangi Gubernur, Ribuan Warga Badui Desak Kelestarian Hutan Lindung Banten Tetap Terjaga
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan
-
Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal
-
Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya
-
TNI AL Kembali Temukan Pelampung Orange di Dekat Gunung Anak Krakatau
-
Polisi Bongkar Fakta Penemuan Pelampung Di Anyer, Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis Yang Hilang