“Strategi antikorupsi yang holistik memerlukan perbaikan sistem dan tata kelola sekaligus pembentukan mindset, karakter, dan spiritualitas individu. Kita perlu membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral melalui pengembangan Self-Awareness, Self-Determination, Self-Control, Self-Purpose hingga Self- Mastery sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan,” tutur Prof. Ardi.
Pariwisata Inklusif dan Kolaboratif untuk Membangun Indonesia Bahagia
Dari sektor pariwisata, Prof. Dr. Juliana, S.E., M.M., CPHCM, CMSP, CCBM, menghadirkan perspektif baru melalui penelitiannya yang berjudul ‘Model CITRA (Collaborative Inclusive Tourism Resilience Architecture): Integratif Pariwisata Kreatif dan Inklusif Berbasis Co- Creation Experience untuk Membangun Indonesia Bahagia’.
Dalam penelitiannya, Prof. Juliana menyoroti pentingnya perubahan paradigma pembangunan pariwisata dari sekadar berorientasi pada pertumbuhan ekonomi menjadi berpusat pada manusia. Melalui Model CITRA, pariwisata dipahami sebagai ruang kolaborasi antara masyarakat lokal, wisatawan, budaya, dan teknologi, dengan menempatkan masyarakat sebagai pencipta bersama pengalaman wisata.
“Pembangunan pariwisata Indonesia bukan sekadar meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi membangun ekosistem terpadu yang melibatkan pengalaman, kreativitas, dan partisipasi masyarakat. Model CITRA mengajak kita melihat pariwisata sebagai sistem yang tumbuh dari komunitas dan kolaborasi, sehingga mampu menghadirkan nilai serta kebahagiaan bagi masyarakat,” ujar Prof. Juliana yang telah dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Bidang Manajemen Hospitality and Tourism berdasarkan SK Mendiktisaintek Nomor 43610/M/KPT.KP/2025 TMT 1 Oktober 2025. Penetapan ini turut membawa Prof. Juliana meraih Rekor MURI sebagai Profesor termuda pada bidang Ilmu Manajemen Perhotelan dan Pariwisata.
Pengukuhan ini sekaligus menandai pencapaian istimewa bagi Prof. Juliana. Penetapannya sebagai Guru Besar turut mengantarkannya meraih Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), sebagai Profesor termuda di bidang Ilmu Manajemen Perhotelan dan Pariwisata di Indonesia.
Bonum Commune sebagai Makna Kekuasaan Politik
Turut dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Politik (Pemikiran Politik) berdasarkan SK Mendiktisaintek Nomor 43613/M/KPT.KP/2025 TMT 1 Oktober 2025, Prof. Dr. Drs. Thomas Tokan Pureklolon, M.P.H., M.M., M.Si., membahas bonum commune atau kebaikan bersama.
Penelitiannya yang berjudul‘Negara untuk Kebaikan Bersama (Bonum Commune): Sebuah Pencarian Makna Kekuasaan dalam Pemikiran Politik’, mengajak publik merefleksikan kembali makna kekuasaan dalam kehidupan bernegara. Menurut Prof. Thomas, kekuasaan seharusnya dipahami bukan sebagai alat dominasi, melainkan tanggung jawab moral untuk mewujudkan kebaikan bersama (bonum commune). Karena itu, ia menekankan pentingnya etika kekuasaan, partisipasi masyarakat, serta pembangunan kepercayaan sebagai fondasi utama demokrasi.
Baca Juga: BRI Pastikan Pembiayaan UMKM Aman dan Akuntabel Lewat KUR
“Implementasi bonum commune atau kebaikan bersama dalam demokrasi adalah sebuah keharusan. Kekuasaan harus dijalankan secara etis, partisipasi publik perlu diperkuat, dan kepercayaan masyarakat menjadi dasar legitimasi demokrasi. Kekuasaan pada akhirnya merupakan amanah moral untuk menghadirkan kebaikan bersama yang nyata bagi Indonesia,” kata Prof. Thomas.
Pendidikan Masa Depan Berbasis Personalized Learning dan AI
Prof. Dr. Ir. Drs. Khoe Yao Tung, M.M., M.Kom., M.Sc.Ed., M.Ed., D.Th., dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Pendidikan melalui SK Mendiktisaintek Nomor 44683/M/KPT.KP/2025 TMT 1 Januari 2026.
Melalui penelitian berjudul ‘Personalized Learning, Desain Instruksional dan Artificial Intelligence sebagai Framework Pembelajaran Masa Depan’, Prof. Khoe menyoroti pergeseran pendidikan menuju pendekatan personalized learning yang didukung teknologi Artificial Intelligence (AI). Dalam konteks ini, peran guru berkembang dari sekadar penyampai materi menjadi perancang pengalaman belajar yang bermakna, sehingga pendidikan di era digital dapat menjadi lebih inklusif, relevan, dan berpusat pada siswa.
“Future of learning is personalization learning. Penggunaan AI dalam desain pembelajaran memberi peluang bagi guru untuk memahami proses belajar siswa secara lebih mendalam.
AI bukan untuk menggantikan peran guru, tetapi membantu merancang pengalaman belajar yang lebih personal, adaptif, dan bermakna bagi setiap siswa,” ujar Prof. Khoe.
Berita Terkait
-
Mudik 2026: Pelabuhan Ciwandan Siap Tampung 5.000 Motor, Lengkap dengan Area UMKM
-
Anggota Komisi VII DPR RI Minta Kota Mandiri Integrasikan Pariwisata dengan UMKM Lokal
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan UMKM Batam Melalui Kolaborasi dan Qlola
-
WEF Davos 2026, Dirut BRI Tegaskan UMKM Pilar Keuangan Berkelanjutan Global
-
BRI Perkuat Ekonomi Nasional Lewat Program Klasterku Hidupku, Dorong UMKM Tumbuh Berkelanjutan
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun
-
Lengkapi Rutinitas Skincare Harianmu, Beli Sunscreen Cetaphil Online Original Hanya di Blibli
-
Sambut Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Dukung Pendidikan Lewat Program Ini Sekolahku
-
Modus Pengiriman Paket Ekspres, Polisi Gagalkan Peredaran 3 Kg Ganja di Tangerang
-
Jaksa Agung Rotasi Besar-besaran, Posisi Dirdik Jampidsus Hingga 8 Kajati Resmi Berganti