SuaraBanten.id - Universitas Pelita Harapan (UPH) menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul dan berdampak melalui Sidang Terbuka Upacara Pengukuhan Lima Guru Besar dari berbagai disiplin ilmu. Hal ini sekaligus menunjukan perkembangan kompetensi dan kualitas akademisi UPH. Pengukuhan para Guru Besar berlangsung pada 20 April 2026 di Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang.
Lima guru besar yang dikukuhkan berasal dari bidang pendidikan, hospitality dan pariwisata, ilmu politik, audit dan forensik keuangan, serta manajemen sumber daya manusia.
Kelima guru besar tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Drs. Khoe Yao Tung, MM., M.Kom., M.Sc.Ed., M.Ed., DTh., dosen Fakultas Pendidikan Pascasarjana (FPP); Prof. Dr. Juliana, S.E., M.M., CPHCM, CMSP, CCBM., dosen Fakultas Hospitality dan Pariwisata (FHospar); Prof. Dr. Drs. Thomas Tokan Pureklolon, M.P.H., M.M., M.Si., dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP); serta Prof. Dr. Tanggor Sihombing, B.A., M.B.A., dan Prof. Dr. Drs. Ardi, M.M.Si., Ak., CA., dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Turut hadir dan melantik guru besar baru, Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., menyampaikan rasa bangganya atas bertambahnya jumlah profesor di lingkungan UPH. Menurutnya, pencapaian ini menjadi anugerah sekaligus wujud nyata komitmen UPH untuk memberikan yang terbaik melalui pengembangan ilmu pengetahuan. Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh civitas academica untuk bersyukur atas pencapaian tersebut, sekaligus menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berkontribusi bagi kemajuan pendidikan dan bangsa.
“Atas nama UPH, saya menyampaikan selamat dan rasa bahagia. Dengan pengukuhan lima profesor kali ini, UPH telah memiliki 45 profesor. Pencapaian ini menjadi langkah penting bagi UPH untuk terus berkembang dan memajukan pendidikan tinggi di Indonesia,” ujarnya.
Pencapaian lima guru besar baru UPH juga mendapat apresiasi dari berbagai pemangku kepentingan. Salah satunya, Wakil Ketua MPR RI, Dr. Lestari Moerdijat, S.S., M.M., yang mengungkapkan kebanggaannya sebagai bagian dari keluarga besar UPH. Sebagai alumni Prodi Doktor Manajemen UPH angkatan 2019, ia merasakan langsung bagaimana institusi tersebut membentuk kecerdasan sekaligus karakter mahasiswa.
“UPH bukan hanya sekadar nama institusi besar, tetapi sebuah kawah candradimuka. Saya sendiri merasakan bagaimana kecerdasan dan karakter dibentuk, disertai kasih serta dukungan yang luar biasa,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa guru besar tidak hanya berperan sebagai akademisi, tetapi juga sebagai penjaga nalar publik dan pengarah kebijakan berbasis ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan berbangsa.
“Peran guru besar tidak berhenti di ruang kampus, tetapi harus hadir menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat. Hari ini adalah bukti bahwa UPH terus bertumbuh sebagai institusi yang tidak henti-hentinya menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan bangsa,” ucapnya.
Baca Juga: BRI Pastikan Pembiayaan UMKM Aman dan Akuntabel Lewat KUR
Sementara melalui tayangan video, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., menilai pengukuhan lima guru besar secara bersamaan merupakan pencapaian yang tidak biasa.
Menurutnya, capaian ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan kualitas akademik perguruan tinggi. Lebih lanjut, ia menitipkan harapan agar para guru besar UPH dapat berperan aktif dalam membangun regenerasi akademisi di lingkungan kampus.
“Menorehkan sejarah dengan mengukuhkan lima guru besar tetap secara bersamaan bukanlah hal yang biasa. Bagi kami di LLDikti Wilayah III, ini adalah lompatan besar yang sangat menggembirakan. Kelima kepakaran ini merupakan amunisi yang luar biasa bagi UPH. Sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, para guru besar diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi institusi, industri, dan masyarakat luas,” pesannya.
Self-Mindset Development sebagai Paradigma Antikorupsi
Pendekatan berbeda dalam memandang isu korupsi mengantarkan Prof. Dr. Drs. Ardi, M.M.Si., Ak., CA., dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (SK Mendiktisaintek) Nomor 94871/M/07/2024 TMT 1 September 2024.
Melalui penelitiannya yang berjudul “Embrace the Corruptor,” ia mengajak setiap individu untuk menyadari bahwa potensi koruptif pada dasarnya ada dalam diri setiap manusia. Berangkat dari pemahaman tersebut, Prof. Ardi menawarkan pendekatan Self-Mindset Development, yakni upaya pemberantasan korupsi yang tidak hanya berfokus pada perbaikan sistem dan penegakan hukum, tetapi juga pada perubahan pola pikir serta pembentukan karakter manusia.
Berita Terkait
-
Mudik 2026: Pelabuhan Ciwandan Siap Tampung 5.000 Motor, Lengkap dengan Area UMKM
-
Anggota Komisi VII DPR RI Minta Kota Mandiri Integrasikan Pariwisata dengan UMKM Lokal
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan UMKM Batam Melalui Kolaborasi dan Qlola
-
WEF Davos 2026, Dirut BRI Tegaskan UMKM Pilar Keuangan Berkelanjutan Global
-
BRI Perkuat Ekonomi Nasional Lewat Program Klasterku Hidupku, Dorong UMKM Tumbuh Berkelanjutan
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Waspada! Kenaikan Kasus ISPA Tangerang Mengancam Anak Usia 0-5 Tahun, Ini Penyebabnya
-
Pengusaha Perempuan di Banten Didorong Optimalkan AI dan Digitalisasi Produk
-
Targetkan 47 Juta Turis di 2026, Pemerintah Malaysia 'Goda' Warga Banten untuk Liburan
-
Pengendara Pandeglang Catat! Operasi Patuh Maung 2026 Resmi Ditunda
-
Harapan Baru Pasca Musibah, Universitas Budi Luhur Beri Beasiswa Nusantara untuk Siswa Aceh Tamiang