- Pengembangan kota mandiri berbasis pariwisata perlu diintegrasikan kuat dengan pelaku UMKM lokal untuk dampak ekonomi berkelanjutan.
- Komisi VII DPR mencontohkan PIK 2 sebagai kawasan yang berpotensi mendorong ekonomi lokal melalui kebijakan pro UMKM.
- Penting mendorong UMKM masuk rantai pasok pariwisata, seperti perhotelan, serta menjaga pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
SuaraBanten.id - Pengembangan kota mandiri dengan basis pariwisata dinilai perlu diarahkan agar terintegrasi kuat dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Integrasi tersebut dipandang penting untuk memastikan aktivitas pariwisata memberi dampak ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Penilaian itu disampaikan Komisi VII DPR RI saat menyoroti keterpaduan sektor pariwisata, perdagangan, dan ekonomi kreatif di kawasan perkotaan baru.
Secara umum, ekosistem pariwisata dinilai telah berjalan dan menunjukkan perkembangan, namun masih membutuhkan penguatan agar manfaat ekonomi tidak terpusat pada segmen usaha tertentu.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mengatakan kawasan wisata di kota mandiri berpotensi menjadi penggerak ekonomi jika diiringi kebijakan yang berpihak pada UMKM skala kecil. Ia mencnontohkam kebijakan tersebut sudah cukup dijalankan di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 Kabupaten Tangerang, Banten.
Menurutnya, pariwisata tidak cukup hanya menghadirkan destinasi, tetapi juga harus membangun rantai nilai yang inklusif.
“Kami ingin melihat langsung bagaimana ekosistem pariwisata di PIK 2. Dari paparan dan peninjauan lapangan, ekosistemnya sudah berjalan,” kata Evita dalam keterangannya, Minggu (8/2/2026).
Ia menilai kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata, tetapi juga simpul perdagangan dan tata niaga. Karena itu, keterlibatan UMKM kecil perlu diperluas melalui penyediaan sentra usaha, kemitraan, dan pembinaan berkelanjutan agar pelaku usaha lokal mampu naik kelas.
Evita mencatat keberadaan UMKM sudah terlihat di sejumlah titik destinasi, namun masih didominasi pelaku usaha menengah.
Baca Juga: Sukses Tembus Pasar Internasional, Ini Program Gemblengan Pertamina yang Bikin UMK Naik Kelas
“UMKM sudah ada, tetapi masih banyak yang kelas menengah. Ke depan perlu disiapkan sentra UMKM agar pelaku usaha kecil benar-benar bisa naik kelas,” ujarnya.
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), ia menegaskan pengembangan kota mandiri harus menghadirkan dampak langsung bagi ekonomi rakyat.
“Kemudahan yang diberikan negara kepada PSN harus dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” katanya.
Dari sisi hilirisasi produk lokal, Komisi VII mendorong agar UMKM dapat masuk ke rantai pasok sektor pariwisata, termasuk perhotelan. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan serapan produk domestik dan mengurangi ketergantungan pada produk impor.
“Packaging produk UMKM di sini sudah baik. Ke depan, produk lokal bisa menjadi snack di kamar hotel atau bagian dari layanan pariwisata,” tutur Evita.
Kawasan tersebut juga dipandang berpotensi menjadi etalase promosi pariwisata daerah, termasuk bagi wisatawan transit dari Bandara Soekarno-Hatta. Skema kunjungan singkat dinilai dapat memperluas belanja wisata dan mendorong kunjungan ulang.
Selain aspek ekonomi, DPR menilai penerapan konsep wisata bersih dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan perlu dijaga konsistensinya. Praktik ini dinilai sejalan dengan arahan Prabowo Subianto terkait penguatan tata kelola pariwisata nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung
-
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
-
Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL
-
Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi
-
Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD