Pengamat politik UGM Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia. (Suara.com/Hiskia)
Baca 10 detik
- Penangkapan kepala daerah oleh KPK menyoroti korupsi politik berakar dari kalkulasi rasional elite dalam sistem politik yang longgar.
- Korupsi kepala daerah dipandang Alfath sebagai ekses biaya pemilu mahal dan watak oportunistik elite pemegang kekuasaan.
- Solusi utama adalah pembenahan tata kelola pemilu dan partai politik, bukan mengembalikan pemilihan kepala daerah ke DPRD.
Lebih jauh, Alfath menegaskan bahwa pembenahan paling mendesak justru berada pada tata kelola pemilu dan partai politik. Ia menilai demokrasi tidak akan berjalan substantif jika partai gagal menerapkan demokrasi di internalnya sendiri.
Menurutnya, partai politik harus memastikan sirkulasi kepemimpinan berjalan sehat serta mengurangi privilese atau hak istimewa pejabat publik.
"Sulit membayangkan demokrasi kita berjalan substantif dan baik jika parpol gagal memainkan demokrasi intra partainya," tandasnya.
Ia menekankan pentingnya transparansi sumber dana, peningkatan edukasi politik, serta penambahan bantuan keuangan negara kepada partai politik dengan pengawasan ketat.
Berita Terkait
-
Awal Tahun yang Kelam bagi Kades Sidamukti: Jadi Tersangka Korupsi Usai Tilap Uang Negara Rp500 Juta
-
GMNI Tangerang Tolak Keras Wacana Pilkada Dipilih DPRD: Rakyat Bukan Penonton
-
Kejari Tangkap 'Otak' Kerugian 8 Miliar Angkasa Pura Kargo
-
Kaur Keuangan Sikat Dana Desa Rp1 Miliar, Rekening Desa Petir Kosong Melompong, Pelaku Kini Buron
-
Skandal Sampah Banten Guncang Tipikor, Eks Kepala DLH Didakwa Rampok Uang Negara Rp21,6 Miliar
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
Wagub Banten Sentil Pusat: Otonomi Daerah Jangan Jalan Setengah Hati
-
Filosofi 'Gunung Ulah Dilebur': Pesan Kuat 1.552 Warga Baduy dalam Seba 2026 untuk Penyelamatan Bumi
-
Ziarah ke Makam Pendiri Cilegon, Robinsar Ajak ASN Teladani Aat Syafaat
-
Kemiskinan Turun tapi Pengangguran Naik, Helldy Agustian Ingatkan Robinsar-Fajar Jangan Cepat Puas
-
Modus Buang Jin, Oknum Guru Ngaji di Sukadiri Tega Cabuli 4 Santriwati Remaja