- PCNU Kabupaten Serang merespons polemik pernyataan Wakil Ketua DPRD Serang dengan apresiasi klarifikasi dan permintaan polemik dihentikan.
- PCNU mendesak penertiban tegas terhadap Tempat Hiburan Malam ilegal tanpa pandang bulu oleh aparat terkait.
- Organisasi tersebut menawarkan pendampingan keterampilan dan pembinaan spiritual bagi para pekerja THM yang terdampak.
SuaraBanten.id - Di tengah meredanya polemik pernyataan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang, Abdul Gofur, mengenai Tempat Hiburan Malam (THM), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Kabupaten Serang muncul dengan sebagai penengah.
Alih-alih hanya menyerukan agar kegaduhan disudahi, PCNU Serang justru menyodorkan solusi yang komprehensif, menangani masalah Tempat Hiburan Malam dari hulu hingga ke hilir.
Solusi yang ditawarkan mulai dari desakan penindakan tegas terhadap THM ilegal hingga tawaran pendampingan bagi para pekerja yang ingin memperbaiki diri.
Redam Polemik, Apresiasi Klarifikasi
Sikap pertama yang diambil PCNU adalah mendinginkan suasana. Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Serang, KH. Muhamad Roby, secara terbuka mengapresiasi langkah Abdul Gofur yang telah meminta maaf dan meluruskan pernyataannya.
"Kami menghargai itikad baik Saudara Gofur yang telah memohon maaf dan menjelaskan maksud sebenarnya. Dengan ini, kami mengajak semua pihak untuk menyudahi polemik dan menjaga suasana tetap kondusif," ujar KH. Roby, sekaligus memberikan 'sentilan' keras kepada para kader NU di ruang publik.
"Kami mengingatkan para kader untuk menjaga lisan, memilih kata dengan cermat, dan mempertimbangkan dampak sosial dari setiap ucapan," imbaunya kepada seluruh kader NU di Kabupaten Serang.
Kemudian, PCNU menunjuk akar masalah sesungguhnya yakni, keberadaan THM ilegal yang meresahkan. Mereka secara tegas mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum tidak lagi ragu-ragu dalam bertindak, terutama di wilayah rawan seperti Lingkar Selatan.
"Kami meminta penertiban dilakukan tanpa tebang pilih, tetap humanis, namun tegas untuk menjaga ketertiban dan kemaslahatan masyarakat," ujar KH. Roby. Ini adalah seruan untuk penegakan hukum yang konsisten dan tidak pandang bulu.
Baca Juga: Tempat Hiburan Malam Kembali Beroperasi Usai Disegel, Pj Wali Kota Serang Tegas Lakukan Ini
Rangkul dan Dampingi Para Pekerja
PCNU tidak hanya melihat THM sebagai bangunan fisik yang harus ditertibkan, tetapi juga melihat sisi humanis dari para pekerja di dalamnya. PCNU secara aktif mendorong pemerintah memberikan solusi bagi mereka yang terdampak penertiban.
Solusi tersebut mencakup "pendampingan bagi para pekerja hiburan malam, termasuk pelatihan keterampilan hidup dan akses pekerjaan yang lebih bermartabat," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, PCNU juga menawarkan peran aktif dalam pembinaan spiritual. "Kami ingin agar mereka yang ingin memperbaiki diri benar-benar dibantu, didampingi, dan diarahkan menuju kehidupan yang lebih baik," pintanya.
Pada akhirnya, sikap PCNU Kabupaten Serang ini menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi masalah sosial yang kompleks. Mereka tidak hanya berhenti pada tuntutan penutupan, tetapi juga memikirkan solusi jangka panjang bagi semua pihak yang terlibat.
Berita Terkait
-
Tempat Hiburan Malam Kembali Beroperasi Usai Disegel, Pj Wali Kota Serang Tegas Lakukan Ini
-
Sempat Ricuh, Tempat Hiburan Malam di Kalodran Serang Kini Rata dengan Tanah
-
Pembongkaran Tempat Hiburan Malam di Serang Ricuh, Kuasa Hukum Cekcok dengan Petugas
-
Dua Tempat Hiburan Malam di Kalodan Rata dengan Tanah, Dibongkar Pemkot Serang Karena Alasan Ini
-
Puluhan Tempat Hiburan Malam di Serang Disegel Petugas Gabungan
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
6 Rekomendasi Sepatu Lokal 2026 yang Kualitasnya Geser Brand Luar Negeri
-
Wabup vs Bapperida, Kebijakan TPA Bojong Menteng Serang Terpecah Belah?
-
Satu Tahun Zakiyah-Najib, Fraksi Demokrat Kritik Lambannya OPD dan Sengkarut Sampah di Serang
-
Wali Kota Cilegon: Idul Adha 1447 H Momentum Perkuat Kepedulian Sosial
-
Sapi Kurban Presiden RI Berbobot 1,1 Ton Disalurkan untuk Warga Cilegon