- Tukang ojek bernama Al Amin Maksum menggugat pemerintah daerah Pandeglang Rp100 miliar ke PN Pandeglang.
- Gugatan diajukan akibat kecelakaan saat menghindari jalan berlubang yang menewaskan seorang siswa SD.
- Tujuan gugatan ini adalah ganti rugi untuk korban dan perbaikan jalan rusak di Pandeglang.
SuaraBanten.id - Terjatuh karena jalan berlubang hingga tewaskan penumpangnya seorang siswa SD, tukang ojek di Pandeglang, Al Amin Maksum (43) menggugat pemerintah daerah sebesar Rp100 miliar ke Pengadilan Negeri Pandeglang.
Kuasa hukum Al Amin, Raden Yayan Elang Mulyana mengatakan, gugatan secara perdata telah didaftarkan secara resmi guna menuntut hak kliennya lantaran menjadi korban kecelakaan saat menghindari jalan berlubang.
Dia berujar bahwa tujuan dalam gugatan tersebut merupakan bentuk menuntut pemerintah yang membiarkan jalan rusak.
"Tujuan gugatan yang kami ajukan adalah untuk menuntut ganti kerugian sebesar Rp100 miliar pada pemerintah. Tujuannya untuk nanti diserahkan kepada korban-korban kecelakaan yang sudah terjadi di Pandeglang di Banten, dan uang itu dipakai untuk bangun jalan yang berlubang dan rusak, seperti itu," kata Raden Yayan di PN Pandeglang, Rabu (25/2/2026).
"Pak Amin sudah mendaftarkan gugatannya menuntut hak karena beliau menjadi korban kecelakaan," imbuhnya.
Raden Yayan mengaku, pihaknya telah menyiapkan sejumlah alat bukti berupa foto dan video di lokasi terjadinya kecelakaan Al Amin untuk disampaikan saat proses persidangan digelar.
"Foto, bukti dokumen video kami ada sebelum pemeliharaan jalan itu terjadi dan sesudah terjadi kejadian (kecelakaan). Karena jalan itu, pada saat itu tidak ada rambu-rambu lalu lintas untuk memperingati warga masyarakat menghindari jalan berlubang," ungkapnya.
Raden Yayan menuding, pemerintah selaku penyelenggara jalan sengaja melakukan pembiaran dan lalai dalam menjaga keamanan akses jalan yang digunakan oleh masyarakat selaku pengguna jalan.
Sehingga menurutnya, setiap warga negara memiliki hak untuk bisa mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap pemerintah sesuai aturan dalam KUHPerdata.
Baca Juga: Tangis Haru Kedamaian: Keluarga Siswa SDN 1 Pandeglang Maafkan Tukang Ojek Tanpa Ganti Rugi
"Jelas di undang-undang lalu lintas juga disebutkan pemerintah bertanggung jawab ketika ada korban yang mengalami kejadian lakalantas," tegas Raden Yayan.
Senada, kuasa hukum Al Amin lainnya, Ayi Erlangga menambahkan, keberanian kliennya melakukan gugatan terhadap pemerintah atas insiden yang menimpanya merupakan bentuk kemenangan masyarakat Banten.
"Ini bukan kalah dan menang, tapi ini adalah kemenangan untuk masyarakat Pandeglang dan masyarakat di wilayah Banten. Bahwa negara harus hadir dalam mengayomi, mensejahterakan termasuk menjaga lakalantas dari jalan yang buruk serta lingkungan yang rusak yang tidak terpenuhinya hak-hak dari masyarakat itu sendiri," kata Ayi.
Untuk diketahui, sejumlah pihak digugat oleh Al Amin atas insiden kecelakaan yang disebabkan oleh jalan yanh berlubang, di antaranya Gubernur Banten Andra Soni, Kadis PUPR Banten Arlan Marzan, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani dan Kadishub Pandeglang Muhamad Kabir.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Tangis Haru Kedamaian: Keluarga Siswa SDN 1 Pandeglang Maafkan Tukang Ojek Tanpa Ganti Rugi
-
Tragedi Jalan Berlubang di Pandeglang, Kasus Tukang Ojek yang Penumpangnya Tewas Dihentikan
-
Gubernur, Kadis PUPR dan Bupati Dipanggil PN Pandeglang: Buntut Gugatan Warga Soal Jalan Berlubang
-
Niat Cari Nafkah Berujung Pidana, Al Amin Minta Keadilan: Saya Hanya Korban Jalan Berlubang
-
Nyawa Siswa SD Melayang Akibat Lubang, Jalan Gardu Tanjak Pandeglang Masih Terbengkalai
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Wabup vs Bapperida, Kebijakan TPA Bojong Menteng Serang Terpecah Belah?
-
Satu Tahun Zakiyah-Najib, Fraksi Demokrat Kritik Lambannya OPD dan Sengkarut Sampah di Serang
-
Wali Kota Cilegon: Idul Adha 1447 H Momentum Perkuat Kepedulian Sosial
-
Sapi Kurban Presiden RI Berbobot 1,1 Ton Disalurkan untuk Warga Cilegon
-
Pertahankan Opini WTP, Pemkot Cilegon Catat Peningkatan Tata Kelola Keuangan