- Kesepakatan damai tercapai antara pengemudi ojek Al Amin Maksum dan keluarga korban Khairi Rafi terkait kecelakaan fatal di Pandeglang.
- Keluarga korban menerima kematian Khairi Rafi sebagai musibah tak disengaja dan tidak menuntut ganti rugi apapun dari Al Amin.
- Perdamaian ini memungkinkan proses *restorative justice* (RJ) dijalankan untuk menghentikan proses hukum terhadap pengemudi ojek tersebut.
SuaraBanten.id - Kuasa hukum Al Amin Maksum (43), Raden Yayan Elang Mulyana memastikan kliennya dan pihak keluarga korban, Khairi Rafi bersepakat damai untuk menghentikan polemik kasus kecelakaan yang disebabkan jalan berlubang di Jalan Raya Labuan nomor 7, Kampung Gardu Tanjak, Kecamatan Pandeglang, Banten.
Sekedar informasi, Al Amin yang berprofesi sebagai tukang ojek pangkalan sempat dilaporkan oleh keluarga korban Khairi Rafi ke Polres Pandeglang lantaran dituding lalai dalam berkendara sehingga menyebabkan penumpangnya yakni Khairi Rafi meninggal dunia pada Selasa (27/1/2026) lalu.
Menurut Raden Yayan, pihak keluarga almarhum Khairi Rafi mau mengambil langkah damai dengan kliennya lantaran telah menerima kematian almarhum Khairi Rafi sebagai sebuah musibah yang tak disengaja.
"Poin yang penting, kedua belah pihak sudah menyadari bahwa kejadian kecelakaan tersebut merupakan musibah dari Allah SWT," kata Raden Yayan di Mapolda Banten, Rabu (25/2/2026).
Bahkan diakui Raden Yayan, kliennya pun tak dituntut apapun, termasuk diminta uang ganti rugi oleh keluarga almarhum dalam terjadinya proses perdamaian di antara kedua belah pihak tersebut
"Jadi kedua belah pihak sudah legowo, sudah musyawarah, tertuang dalam surat pernyataan musyawarah ini pada Selasa (23/2/2026) kemarin," ujarnya.
Untuk itu, Raden Yayan menyampaikan rasa syukurnya atas terjadinya perdamaian antara kliennya dengan keluarga almarhum sehingga proses restorative justice (RJ) di kepolisian pun bisa dilakukan untuk menghentikan proses hukum yang menjerat kliennya.
"Jadi ini syarat dan prasyarat sudah terpenuhi untuk nanti kepolisian menerbitkan surat penghentian penyelidikan," paparnya.
Diketahui, tukang ojek pangkalan (opang) Al Amin Maksum harus berurusan dengan hukum karena mengalami kecelakaan saat menghindari jalan berlubang di Kampung Gardu Tanjak, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Selasa (27/1/2026) lalu.
Baca Juga: Tragedi Jalan Berlubang di Pandeglang, Kasus Tukang Ojek yang Penumpangnya Tewas Dihentikan
Saat itu, Al Amin terjatuh saat berkendara sepeda motor karena mencoba menghindari jalan berlubang. Nahas bagi penumpangnya yakni siswa SDN 1 Pandeglang, Khairi Rafi harus meninggal dunia.
Pasalnya, saat motor Al Amin terjatuh, tubuh Khairi Rafi justru terpental ke badan jalan sehingga terlindas mobil ambulans desa siaga yang datang dari arah belakang.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Tragedi Jalan Berlubang di Pandeglang, Kasus Tukang Ojek yang Penumpangnya Tewas Dihentikan
-
Gubernur, Kadis PUPR dan Bupati Dipanggil PN Pandeglang: Buntut Gugatan Warga Soal Jalan Berlubang
-
Niat Cari Nafkah Berujung Pidana, Al Amin Minta Keadilan: Saya Hanya Korban Jalan Berlubang
-
Kecelakaan Kerja di Pelindo Banten, Sopir Truk Asal Pandeglang Tewas
-
Nyawa Siswa SD Melayang Akibat Lubang, Jalan Gardu Tanjak Pandeglang Masih Terbengkalai
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras
-
Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1
-
Dukung Olahraga Nasional, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano