-
BBWSC3 siapkan strategi cegah banjir di Banten, termasuk mengurangi volume tampungan air di Bendungan Sindangheula dan Karian untuk menampung curah hujan.
-
BBWSC3 juga perbaiki tanggul sungai yang rusak, identifikasi penyempitan akibat sedimentasi/sampah, dan sediakan alat berat guna perbaikan infrastruktur.
-
Pos pengamatan dan early warning system disiapkan untuk pantau curah hujan di Sungai Cibanten dan Ciujung. Koordinasi dengan BPBD serta BMKG juga dilakukan.
SuaraBanten.id - Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) menyiapkan berbagai langkah strategis dalam mencegah terjadinya bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Provinsi Banten pada musim penghujan di akhir tahun 2025 ini.
Disampaikan Kepala BBWSC3, Dedi Yudha Lesama, pengurangan volume tampungan air di area hulu seperti di Bendungan Sindangheula Serang dan Bendungan Karian Lebak akan dilakukan guna menampung tambahan debit air di saat hujan deras melanda wilayah Banten.
"Dalam menghadapi potensi banjir di Banten, kami telah menyiapkan berbagai infrastruktur sumber daya air. Salah satunya mengurangi volume tampungan di bendungan. Bukan mengosongkan, tapi menurunkan muka air sebagai langkah untuk menampung curah hujan berintensitas tinggi," kata Dedi kepada awak media, belum lama ini.
"Langkah ini penting agar bendungan dapat menampung tambahan debit air dan mengurangi resiko limpahan ke wilayah hilir. Kami sudah mengurangi tampungan di Bendungan Sindangheula dan Bendungan Karian, antisipasi agar kejadian banjir besar di tahun 2022 di Kota Serang tak terulang," imbuhnya.
Selain itu, Dedi mengaku, pihaknya telah melakukan perbaikan infrastruktur sungai yang mengalami kerusakan sehingga tidak meluap ke areal pemukiman penduduk. Hal itu dilakukan usai pihaknya melakukan susur sungai untuk mengidentifikasi celah-celah yang berpotensi menimbulkan banjir.
Bahkan lanjutnya, sejumlah alat berat seperti excavator, long arm, amphibious, dump truk, mobile pump hingga material seperti bronjong kawat dan gerobak telah diterjunkan guna menopang perbaikan tanggul-tanggul sungai yang mengalami kerusakan.
"Kami perbaiki terutama tanggul-tanggul yang rusak atau kritis. Beberapa lokasi yang mengalami penyempitan akibat sedimentasi maupun sampah rumah tangga telah kami identifikasi," ujarnya.
Diakui Dedi, sejumlah pos-pos pengamatan hingga peringatan dini (early warning system) telah disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya luapan debit air di Sungai Cibanten dan Sungai Ciujung yang kerap menjadi sumber banjir di wilayah Serang dan sekitarnya.
"Dari sisi hidrologi kami memantau curah hujan melalui pos-pos pegamatan yang terhubung ke Command Center. Data curah hujan dan tinggi muka air diolah menghasilkan peringatan dini di wilayah Sungai Cibanten dan Ciujung. Jika terdeteksi curah hujan tinggi dan potensi banjir, sistem akan otomatis mengeluarkan peringatan, sirine akan berbunyi sehingga masyarakat diharapkan segera melakukan evakuasi," terangnya.
Baca Juga: Pembebasan Lahan Pembangunan Waduk Karian Belum Rampung 100 Persen, Ini Kata BBWS
Dedi menyampaikan, dalam menghadapi potensi bencana banjir, pihaknya tak mampu berjalan sendiri sehingga koordinasi dengan instansi lain telah dilakukan agar bencana banjir di sejumlah wilayah Banten dapat diminimalisir.
"Sudah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BPBD, BMKG dan dinas PU tingkat provinsi maupun kabupaten kota. Apel siaga banjir juga telah dilaksanakan serentak secara nasional di bawah arahan Pak Menteri PUPR," tandasnya.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Pembebasan Lahan Pembangunan Waduk Karian Belum Rampung 100 Persen, Ini Kata BBWS
-
Program Makan Gratis Pemerintah Diduga Ditahan Tokoh Adat Badui: Akankah Ditolak Seperti Dana Desa?
-
Proyek Waduk Karian 'Tersendat' di Lahan Warga, BBWS Ngotot: Itu Tanah Negara!
-
Kasus Minta Jatah Proyek Rp5 Triliun, 5 Pengusaha Kota Cilegon Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara
-
6 Fakta Mengejutkan Oknum ASN Pemkab Tangerang Terlibat Jaringan Narkoba Modus Vespa
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal
-
Geger Warga Pasar Kemis, Kerangka Manusia Ditemukan di Lahan Kosong
-
SMP dengan Kurikulum Internasional Hadir di Tangerang, Dorong Berpikir Kritis dan Pecahkan Masalah
-
Dugaan Pelecehan Seksual Bawahan, Pemkab Tangerang Pastikan Tak Mendampingi Kasatpol PP secara Hukum
-
Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung