Menkes mengimbau pemudik motor Nataru 2025/2026 agar ekstra waspada, mengingat data kecelakaan tahun lalu menunjukkan pengendara roda dua menyumbang lebih dari 70 persen angka kematian di jalan non-tol.
Pemudik motor diminta mempersiapkan fisik dengan tidur cukup, menghindari barang bawaan berlebih, serta tidak memaksakan berkendara saat lelah demi menekan angka fatalitas kecelakaan yang meningkat signifikan.
Polri menyiagakan 2.800 posko di seluruh Indonesia untuk mengamankan arus mudik, tempat ibadah, dan lokasi wisata guna menjamin situasi kondusif selama masa libur Natal dan Tahun Baru.
SuaraBanten.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta para pemudik sepeda motor untuk lebih waspada dan berhati-hati saat melakukan perjalanan di arus mudik dan arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (nataru).
Menurutnya, dari hasil data angka kecelakaan di tahun 2024 lalu, para pemudik sepeda motor menjadi penyumbang angka kematian terbanyak dibandingkan dengan para pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat.
"Data kematian naik, dari angka 400-an ke angka 480-an (antara periode tahun 2023 dan 2024), dan kematian ini terjadi karena kecelakaan motor. Lebih dari 70 persen dari yang wafat itu dari kendaraan roda dua. Ke masyarakat terutama yang memakai motor, yang menggunakan jalan biasa atau non-tol untuk berhati-hati," kata Budi usai meninjau kesiapan Operasi Lilin 2025 di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten pada Senin (22/12/2025) kemarin.
Oleh sebab itu, Budi mengimbau kepada masyarakat yang akan bepergian jauh menggunakan sepeda motor untuk mempersiapkan diri dengan baik, termasuk untuk tidak memaksakan perjalanan saat mengalami rasa kantuk dan lelah.
"Tidur yang cukup dan jangan membawa barang berlebihan, karena itu tadi 95 persen kecelakaan terjadi di jalan non-tol. Dan untuk keluarga yang mau liburan menggunakan roda dua di jalan bukan tol agar lebih berhati-hati," ujar Budi.
Sementara itu di tempat sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku, pihanya telah menyiapkan 2.800 posko di sepanjang jalur yang akan dilalui oleh pemudik di seluruh Indonesia selama berlangsungnya Operasi Lilin 2025.
"Terkait dengan operasi nataru yang dilaksanakan selama hampir 14 haru, ada 2.800 pos yang kita siapkan dan di Banten ada 50 posko yang terbagu ke dalam pos pengamanan, pelayanan dan juga pos kegiatan terpadu," kata Listyo.
Dikatakan Listyo, selama Operasi Lilin 2025 di Provinsi Banten, terdapat sejumlah tempat yang menjadi fokus penjagaan dan pengamanan dalam rangka menciptakan situasi kondusif bagi masyarakat yang akan melakukan kegiatan di momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
"Ada 4 objek yang diamankan di wilayah Banten khususnya masyarakat yang akan mudik atau balik melalui jalur penyeberangan di Merak, kemudian juga ada kegiatan ibadah di gereja, dan tentunya ada juga kegiatan masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan akhir tahun, apakah kegiatan kunjungan wisata, apakah kegiatan yang sifatnya doa akhir tahun dan kegiatan lain," jelas Listyo.
Baca Juga: Cek Jadwal KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Selasa 23 Desember 2025, Jangan Sampai Telat!
"Semuanya itu harus diamankan," tandasnya.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Cek Jadwal KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Selasa 23 Desember 2025, Jangan Sampai Telat!
-
Kapolri Soroti 4 'Titik Panas' di Banten, Pelabuhan Merak hingga Wisata Jadi Prioritas
-
Dikenal Dermawan dan Tak Pernah Bermasalah, Ayah Bocah Korban Pembunuhan di Cilegon Ternyata...
-
5 Spot Wisata Healing di Serang Banten Buat Libur Sekolah dan Akhir Tahun 2025
-
Skandal Jaksa Nakal Banten Terbongkar! Kejagung Sikat 3 Anak Buahnya Sendiri
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
SMP dengan Kurikulum Internasional Hadir di Tangerang, Dorong Berpikir Kritis dan Pecahkan Masalah
-
Dugaan Pelecehan Seksual Bawahan, Pemkab Tangerang Pastikan Tak Mendampingi Kasatpol PP secara Hukum
-
Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung
-
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
-
Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL