Sosok Ayah Korban Maman Suherman, ayah korban, dikenal sebagai pribadi yang supel, dermawan, dan baik hati. Ia sering membantu kegiatan warga serta tidak pernah memiliki masalah dengan tetangga di lingkungannya.
Aktivitas Orang Tua Kesibukan orang tua sebagai pengusaha dan pegawai kantor membuat mereka jarang di rumah. Saat kejadian tragis tersebut, rumah hanya dihuni oleh korban dan asisten rumah tangga saja.
Kronologi Peristiwa Tragis Muhammad Axel Miller (9) ditemukan tewas dengan luka tusuk di rumahnya oleh kakak kandungnya. Meski sempat dibawa ke rumah sakit, nyawa bocah malang tersebut tetap tidak dapat terselamatkan.
SuaraBanten.id - Maman Suherman, ayah dari Muhammad Axel Miler (9), korban pembunuhan di rumah mewahnya di Perumahan BBS 3, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon dikenal sebagai sosok supel dan dermawan.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) Istianto (65). Menurutnya, ayah korban memiliki prilaku yang baik kepada masyarakat sekitar lantaran tidak pernah sekalipun terlibat masalah apapun.
Bahkan, lanjut Istianto,ayah korban merupakan sosok yang selalu mudah saat dimintai tolong, termasuk dalam hal permohonan bantuan dana bila ada kegiatan masyarakat setempat.
"Pak Maman itu bauk, supel, dermawan juga karena setiap kita minta bantuan dana itu selalu cepat, orangnya baik. Artinya dengan tetangga pun tidak pernah ada masalah," kata Istianto ditemui di kediamannya, Jumat (19/12) sore.
Meski begitu, disampaikan Istianto, kedua orang tua korban merupakan sosok yang cukup sibuk sehingga jarang berada di rumah. Hal itu dikarenakan ayah korban memiliki perusahaan yang bergerak di bidang alat-alat industri, sementara ibu korban merupakan pegawai kantoran.
"Beliau (Maman) punya kantor di Citangkil, jadi biasanya namanya punya perusahaan sendiri ya gimaba datangnya, tapi memang sering di sana. Dan istrinya kerja juga, jadi di rumah itu paling anaknya sama ART," kata Istianto.
Sebelumnya diberitakan, seorang anak berusia 9 tahun bernama Muhammad Axel Miller ditemukan sudah bersimbah darah di dalam rumah mewahnya di Perumahan BBS 3, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon pada Selasa (16/12) lalu.
Korban pertama kali ditemukan oleh kakak kandungnya berinisial D yang masih berusia 11 tahun. Kemudian D menghubungi ayahnya untuk memberitahukan kondisi adiknya tersebut.
Saat tiba di rumah, ayah korban dibuat terkejut melihat keadaan putra bungsunya tersebut suday tergeletak penuh luka tusukan senjata tajam. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit Bethsaida guna mendapatkan pertolongan, nahas nyawanya tak dapat terselamatkan.
Baca Juga: 5 Spot Wisata Healing di Serang Banten Buat Libur Sekolah dan Akhir Tahun 2025
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
5 Spot Wisata Healing di Serang Banten Buat Libur Sekolah dan Akhir Tahun 2025
-
Skandal Jaksa Nakal Banten Terbongkar! Kejagung Sikat 3 Anak Buahnya Sendiri
-
Kasus Pembunuhan Anak 9 Tahun di Cilegon Belum Terungkap, Bikin Masyarakat Resah
-
Manuver Besar PAN Cilegon, Gandeng Politisi Senior hingga Gen Z, Bidik Target Tinggi di Pemilu 2029
-
Ulama Lebak Desak Andra Soni Tutup Tambang Galian C: Sudah Banyak Korban Jiwa
Terpopuler
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali
-
Sampah Karton Aseptik Melonjak, Kemenperin dan KLH Genjot Penerapan EPR
-
Istri Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Minta Pencarian Dilanjutkan hingga Krui dan Enggano
-
Pengakuan Yayat Yakin Mayat Tanpa Identitas di Pulau Enggano Adalah Ayahnya Usai Lihat Benda Ini
-
Gubernur Andra Soni Sampaikan Belasungkawa Langsung ke Keluarga Surakman