- Kepala BKKBN, Wihaji, mengunjungi Cilegon pada 5 Februari 2026 untuk memperkuat Tim Pendamping Keluarga (TPK) terkait program MBG.
- TPK kini resmi bertugas menjadi ujung tombak pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai perintah Presiden baru.
- Cilegon dinilai lebih maju karena infrastruktur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah banyak tersedia untuk MBG.
SuaraBanten.id - Menteri Kependudukan dan Pembangunan atau Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji menyambangi Kota Cilegon, Kamis 5 Februari 2026. Lawatannya ke Kota yang berada di ujung barat Pulau Jawa itu dilakukan untuk memperkuat Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Diketahui, TPK merupakan tim yang nantinya bakal menyalurkan Makan Bergizi Gratis atau MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui hingga balita non PAUD (3B). Kunjungan kali ini mengungkap Cilegon selangkah lebih maju dan menyiapkan program tersebut sebelum instruksi resmi disampaikan.
Dalam kunjungannya, Wihaji menjelaskan, kunjungannya merupakan bagian dari tur nasional untuk melakukan penguatan terhadap hampir 600 ribu TPK di seluruh Indonesia.
"Kenapa perlu dikumpulkan, ada beberapa penguatan. Karena kita mendapatkan perintah baru dari bapak Presiden (Prabowo Subianto). Sehingga kedatangan saya di sini untuk menjelaskan Perpres baru Nomor 115 pasal 47 kita yang mempunyai tim pendamping keluarga diminta untuk mendiskusikan program MBG khusus ibu hamil, ibu menyusui dan balita non Paud," kata Wihaji kepada awak media, Kamis 5 Februari 2026.
Kata Wihaji, TPK yang selama ini fokus pada pendampingan keluarga, kini resmi menjadi ujung tombak pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Kata dia, saat daerah lain di Indonesia masih dalam tahap pendataan atau bahkan percobaan, ia justru mendapatkan laporan yang impresif dari Wali Kota Cilegon, Robinsar.
Infrastruktur kunci untuk distribusi MBG, yaitu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau 'dapur gizi', ternyata sudah banyak tersedia di Kota Baja.
"Dari distribusi itu pak ko ada yang belum dapat. Karena memang belum ada yang dapat dari SPPG ya, adanya memang lagi pendataan, dan ada juga yang lagi percobaan,” kata Wihaji, merujuk pada kondisi umum di daerah lain.
Khusus di Kota Cilegon, berdasarkan hasil laporan Wali Kota Cilegon, Robinsar, saat ini sudah ada sekitar 30 lebih SPPG diharapkan salah satunya dapat digunakan untuk MBG.
Baca Juga: 56 Warga Terdampak, KLH Dalami Dampak Korosif Paparan Asam Nitrat di Cilegon
Kesiapan infrastruktur ini menempatkan Cilegon di posisi terdepan, siap untuk langsung 'tancap gas' menjalankan program prioritas nasional ini begitu arahan teknisnya final.
Berita Terkait
-
56 Warga Terdampak, KLH Dalami Dampak Korosif Paparan Asam Nitrat di Cilegon
-
Jalankan Intruksi Prabowo, Ratusan Masyarakat Cilegon Dicek Kesehatan Gratis
-
Dua Rumah Janda di Cilegon Direhab, Tak Layak Huni Hingga Tak Punya WC
-
14 Pejabat Eselon II Pemkot Cilegon Diambil Sumpah, Ini Daftar Nama dan Jabatanya
-
DPRD Banten Desak Penelusuran Mendalam Dugaan Kebocoran Tangki PT Vopak
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Nekat Banget! 990 Besi di Atas Trailer Digondol Pakai Mobil Crane
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator