- Insiden paparan asam nitrat terjadi di PT Vopak Terminal Merak pada Sabtu (31/1), menyebabkan 56 warga mengalami gangguan kesehatan.
- KLH mendalami dampak korosif asam nitrat terhadap warga terdampak dan menuntut pertanggungjawaban penuh dari PT Vopak.
- Penyebab insiden adalah reaksi kimia antara asam nitrat dan *base oil* saat proses pembersihan pipa menggunakan gas nitrogen.
SuaraBanten.id - Insiden paparan asam nitrat (HNO3) di kawasan PT Vopak Terminal Merak, Cilegon, Banten, pada Sabtu (31/1), menjadi perhatian serius Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Kepulan asap tebal berwarna kuning kecoklatan yang diduga berasal dari kebocoran gas di pabrik kimia tersebut menyebabkan setidaknya 56 warga mengalami gangguan kesehatan.
KLH kini turun tangan langsung, melakukan pendalaman dan konsultasi ilmiah terkait dampak paparan asam nitrat terhadap warga terdampak.
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq, saat berada di Cilegon pada Rabu, menegaskan pentingnya kajian ini.
"HNO3 ketika terurai menjadi nitrat bersifat sangat korosif. Ini akan kami dalami, sejauh mana pengaruhnya terhadap manusia yang terpapar,” kata Menteri Hanif dilansir dari Antara, Rabu 4 Februari 2026.
Menteri Hanif Faisol Nurofiq dengan tegas menyatakan bahwa paparan asam nitrat terhadap 56 warga tidak boleh dilepaskan dari tanggung jawab pelaku usaha, dalam hal ini PT Vopak Terminal Merak. Insiden ini akan menjadi bagian dari tuntutan pemerintah.
“Ini tidak boleh lepas dari tanggung jawab dan akan menjadi salah satu tuntutan yang kami ajukan,” ujar Menteri LH.
KLH juga membuka kemungkinan penyelesaian tuntutan melalui beberapa mekanisme, termasuk mediasi, namun tanpa menghilangkan proses hukum yang berjalan.
“Tuntutan ini bisa dilakukan melalui beberapa pola, termasuk dimungkinkan melalui mediasi,” kata Menteri Hanif.
Baca Juga: 14 Pejabat Eselon II Pemkot Cilegon Diambil Sumpah, Ini Daftar Nama dan Jabatanya
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari mandat undang-undang untuk memastikan pemulihan lingkungan dan perlindungan kesehatan masyarakat berjalan seimbang.
Untuk memastikan tuntutan yang akurat, KLH akan melakukan pendalaman melalui kajian teknis dan konsultasi ahli, termasuk penghitungan dampak lingkungan berdasarkan durasi dan luasan paparan.
"Kami akan menghitung dengan cermat, terutama dampak lingkungan yang ditimbulkan, karena durasi dan luasannya sudah jelas,” ujar Menteri LH itu.
Menteri Hanif menyebut KLH akan melakukan asesmen lanjutan. “Kami akan melakukan asesmen apabila kasus ini dirasa belum cukup memberikan keadilan bagi masyarakat,” kata Menteri Hanif.
Insiden bermula pada Sabtu (31/1) ketika kepulan asap tebal berwarna kuning kecoklatan yang diduga berasal dari kebocoran gas di pabrik penyimpanan bahan kimia PT Vopak Terminal Merak membuat warga Lingkungan Cikuasa, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, panik.
Asap yang muncul secara tiba-tiba dan disertai bau menyengat tersebut menyebabkan sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan berupa pusing, mual, hingga muntah, sehingga harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Pulomerak.
Berita Terkait
-
14 Pejabat Eselon II Pemkot Cilegon Diambil Sumpah, Ini Daftar Nama dan Jabatanya
-
Lansia 80 Tahun Meninggal Tertimpa Rumah Roboh Saat Shalat Maghrib di Serang
-
DPRD Banten Desak Penelusuran Mendalam Dugaan Kebocoran Tangki PT Vopak
-
Ultimatum Wali Kota Cilegon ke PT Vopak: Pastikan Tak Ada Warga Terdampak
-
Puluhan Warga Sekitar PT Vopak Keluhkan Sesak Nafas, Pusing dan Mual
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Pelarian Berakhir! Kaur Keuangan Desa Petir Ditangkap Usai 7 Bulan Sembunyi Akibat Korupsi Rp1 M
-
6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
-
Akal-akalan Licik Mafia BBM di SPBU: Modifikasi Mobil Boks hingga Pakai Barcode Palsu
-
Ijazah Ditahan 2 Tahun, Wagub Banten: Segera Ambil, Nanti Saya yang Transfer
-
Hardiknas 2026, Wali Kota Cilegon Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas untuk Semua