- Satreskrim Polres Serang menangkap oknum Kaur Keuangan Desa Petir, Yolly Sanjaya, pada Senin (4/5/2026) di Kota Serang.
- Tersangka diduga menyelewengkan dana desa sebesar Rp1 miliar dengan memindahkan uang ke rekening pribadi secara tidak sah.
- Tersangka memanfaatkan rekening rekan kerja dan orang meninggal untuk mengaburkan jejak transaksi selama tujuh bulan pelarian.
SuaraBanten.id - Pelarian seorang oknum Kaur Keuangan Desa Petir, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang bernama Yolly Sanjaya Wiraya akhirnya berakhir setelah selama 7 bulan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atas dugaan kasus tindak pidana korupsi anggaran dana desa (ADD) sebesar Rp1 miliar.
Tersangka Yolly ditangkap di tempat persembunyian di sebuah rumah kontrakan di lingkungan Sayabulu, Ciracas, Kecamatan Serang, Kota Serang pada Senin (4/5/2026) malam. Ia ditangkap Satreskrim Polres Serang tanpa melakukan perlawanan.
Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, tersangka Yolly sudah lama menjadi target operasi usai kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran dana desanya dilaporkan ke kepolisian.
"Setelah dilakukan pencarian selama lebih dari 7 bulan, tersangka kami amankan di wilayah Kota Serang," kata Andri dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Menurut Andri, tersangka Yolly diduga telah menyelewengkan anggaran dana desa sebesar Rp1 miliar dengan memanfaatkan posisinya sebagai Kaur Keungan Desa Petir.
Lanjut Andri, tersangka melakukan perlawanan transfer dana dari rekening kas desa ke rekening pribadinya secara tidak sah dan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan pembangunan desa, justru dialihkan ke rekening pribadi tersangka," ujarnya.
Tak hanya itu, kata Andri, tersangka Yolly pun memanfaatkan perangkat desa lain dalam menjalankan aksinya. Di mana is mentransfer uang dari rekening kas desa ke rekening rekan kerjanya dengan dalih untuk kegiatan desa.
"Jadi setelah dana diterima oleh perangkat desa yang lain, alasannya untuk kegiatan desa. Lalu dana itu diminta untuk ditransfer kembali ke rekening pribadi tersangka," kata Andri.
Baca Juga: Akal-akalan Licik Mafia BBM di SPBU: Modifikasi Mobil Boks hingga Pakai Barcode Palsu
Bahkan, kata Andri, ditemukan adanya penggunaan rekening milik petugas kebersihan desa yang sudah meninggal oleh tersangka Yolly dalam penyelewengan tersebut. Hal itu bertujuan untuk mengaburkan jejak transaksi yang dilakukannya.
"Jadi ada ATM milik almarhum yang masih dikuasai tersangka, dan digunakan untuk melakukan transaksi agar tidak menimbulkan kecurigaan," ungkap Andri.
Saat ini, tersangka Yolly telah diamankan di Mapolres Serang guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. Polisi juga masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui uang yang dikorupsi tersangka Yolly digunakan untuk apa.
"Dari hasil audit Inspektorat Kabupaten Serang, kerugian negara akibat perbuatan tersangka mencapai Rp1.009.359.572," tandasnya.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Akal-akalan Licik Mafia BBM di SPBU: Modifikasi Mobil Boks hingga Pakai Barcode Palsu
-
Ijazah Ditahan 2 Tahun, Wagub Banten: Segera Ambil, Nanti Saya yang Transfer
-
5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit
-
Dua Pejabat Beda Suara: BPKAD Sebut WFH ASN Tak Hemat APBD, BKPSDM Klaim Efisien
-
Samudra Hindia Barat Lampung hingga Jawa Tengah Rawan Gelombang Tinggi, Cek Daftarnya!
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Ibu Rumah Tangga Jadi Pengedar, Ambil 3.453 Paket Sabu di Tong Sampah Minimarket Bojonegara
-
Sungai Ciujung Menghitam dan Berbau Menyengat, Warga Serang: Mau Tidur Saja Enggak Nyaman
-
Sering Kirim Santri ke Luar Negeri, Ponpes Darul Quran Tangerang Dibekali Ini
-
Libur Sekolah Dongkrak Mobilitas Udara, Jutaan Penumpang Diprediksi Padati Bandara