- Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, membuka kanal pengaduan masyarakat terkait praktik penahanan ijazah oleh pihak sekolah swasta.
- Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen mencari solusi konkret untuk membantu siswa tidak mampu melunasi tunggakan biaya administrasi sekolah.
- Langkah tegas ini bertujuan memastikan seluruh siswa dapat memperoleh ijazah untuk melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan layak.
SuaraBanten.id - Sebuah persoalan krusial yang kerap menghambat masa depan anak bangsa, yaitu praktik penahanan ijazah oleh sekolah, kini mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Banten.
Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, secara resmi membuka ruang bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan karena mengalami praktik tidak etis tersebut. Ia menegaskan, negara harus hadir memberikan solusi terhadap persoalan ini, terutama bagi siswa yang tidak mampu.
Praktik penahanan ijazah oleh sekolah, biasanya karena siswa menunggak biaya atau administrasi, adalah pelanggaran hak fundamental. Ijazah adalah bukti kelulusan yang sangat vital bagi seseorang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau mencari pekerjaan. Tanpa ijazah, masa depan seorang lulusan bisa terhambat total.
Dimyati Natakusumah mengakui bahwa kasus penahanan ijazah merupakan satu dari ribuan kasus yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Ini menunjukkan betapa masifnya praktik ini dan dampaknya yang luas pada masyarakat.
Wakil Gubernur Banten tidak hanya menerima pengaduan, tetapi juga berjanji untuk mengambil langkah konkret.
“Saya akan minta datanya dulu berapa banyak sekolah swasta yang masih melakukan penahanan ijazah. Saya yakin ini banyak, bahkan bisa sampai puluhan ribu. Setelah itu kita carikan solusinya bersama-sama,” kata Dimyati, dilansir dari Antara.
Pernyataan Wagub Dimyati ini usai memfasilitasi proses penyelesaian penahanan ijazah yang dilakukan oleh sekolah swasta kepada siswa yang belum menyelesaikan administrasi keuangan dari kalangan warga tidak mampu.
Dalam proses mediasi antara siswa yang ijazahnya ditahan dengan kepala sekolah di salah satu SMA swasta di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang melalui sambungan telepon, Wagub Dimyati berjanji segera menyelesaikan besaran tunggakan dan meminta siswa untuk segera mengambil ijazah yang sudah dua tahun ditahan sekolah.
“Segera ambil ijazahnya yah? Pak Kepsek segera kirimkan nomor rekening sekolahnya, nanti uangnya saya transfer,” katanya.
Baca Juga: 5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit
Dimyati mencontohkan sekolah memberikan kebijakan relaksasi besaran biaya yang harus dibayarkan hanya 50 persen dari total kewajiban.
“Intinya ke depan jangan ada lagi sekolah yang menahan ijazah, karena ijazah itu penting untuk melanjutkan pendidikan atau melamar pekerjaan. Apalagi sejak tahun kemarin kita sudah menggratiskan biaya pendidikan di sekolah swasta,” katanya.
Wagub Dimyati juga mengingatkan kepada seluruh siswa yang dibantu agar tetap mempunyai semangat tinggi untuk belajar dan bekerja. Jangan sampai bantuan yang diberikan membuat mereka justru bermalas-malasan.
“Ingat ya, bantuan ini harus menjadi motivasi untuk lebih baik lagi, lebih giat lagi dalam bekerja. Jangan bermalas-malasan,” katanya kepada siswa yang ijazahnya ditahan.
Berita Terkait
-
5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit
-
Dua Pejabat Beda Suara: BPKAD Sebut WFH ASN Tak Hemat APBD, BKPSDM Klaim Efisien
-
Samudra Hindia Barat Lampung hingga Jawa Tengah Rawan Gelombang Tinggi, Cek Daftarnya!
-
Pencari Kerja Jangan Takut Lapor! Andra Soni Bersih-bersih Praktik Pungli Rekrutmen di Banten
-
Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter, BMKG Minta Warga Pesisir Selat Sunda dan Lebak Berhati-hati
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
Terkini
-
Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane
-
10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda
-
PAN Cilegon Bidik Kursi Ketua DPRD dan Wali Kota, Yandri Susanto Dorong Dede Rohana Maju 2029
-
World Cleanup Day 2026, JHL Group Gandeng Banksasuci Bersihkan Sampah di Sungai Cisadane
-
BRI Perkuat Ekosistem Perumahan Jakarta, Dukung Program 3 Juta Rumah