-
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) direncanakan menyasar Suku Badui di Lebak karena termasuk wilayah 3T dan tingginya kasus kekurangan gizi.
-
Implementasi Program MBG di Badui sepenuhnya tergantung persetujuan akhir dari para tokoh adat, sebab mereka sangat memegang teguh aturan adat.
-
Pemerintah perlu musyawarah dengan lembaga adat Badui sebelum program MBG digulirkan. Contohnya, mereka pernah menolak Dana Desa, tetapi menerima bantuan pangan.
SuaraBanten.id - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah mulai menyasar wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T), termasuk masyarakat Suku Badui pedalaman di Kabupaten Lebak, Banten.
Namun, implementasi program yang didukung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini harus melewati tahapan krusial persetujuan dari Tokoh Adat Badui.
Sekretaris Desa Kanekes, Medi, menegaskan bahwa meskipun pemerintah berencana melayani masyarakat Badui untuk pemenuhan gizi dan peningkatan kedaulatan pangan, keputusan akhirnya berada di tangan lembaga adat.
"Program MBG itu harus dimusyawarahkan dengan tokoh adat," kata Medi saat dihubungi di Rangkasbitung di Lebak, Senin.
Masyarakat Suku Badui dikenal sangat kuat memegang teguh aturan Adat Istiadat setempat. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa masyarakat Badui hanya akan menerima program pemerintah sepanjang program tersebut tidak bertentangan dengan lembaga adat mereka.
Contohnya, mereka menerima bantuan pangan berupa beras setelah disepakati tokoh adat, namun menolak program Dana Desa karena dinilai bertentangan dengan adat.
"Saya kira keputusan program MBG itu diterima atau ditolak tergantung hasil kesepakatan tokoh adat," katanya.
Oleh karena itu, pemerintah perlu melibatkan dan mendapatkan kesepakatan para tokoh adat sebelum program MBG digulirkan.
"Kita sebagai aparatur desa tentu siap saja untuk melayani masyarakat," ujar Medi, menyatakan kesiapan aparatur desa untuk memfasilitasi.
Baca Juga: Minta Rp20 Ribu ke Ojol, Pemalak Puncak Bogor Tak Berkutik Ditangkap di Warung Gorengan
Ketua Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak, Asep Royani, mengusulkan agar masyarakat Suku Badui segera mendapatkan program MBG karena berada di wilayah 3T.
Program ini dianggap sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi.
"Kami sedang mengkaji usulan program MBG wilayah 3T untuk masyarakat Suku Badui," kata Asep.
Urgensi program ini diperkuat oleh Ketua Koordinator Sahabat Relawan Indonesia (SRI), Muhammad Arief Kirdiat.
Ia menyambut positif rencana tersebut karena selama ini kasus kekurangan Gizi di pemukiman Badui banyak menyebabkan berbagai penyakit, termasuk Tuberkulosis (TBC) dan stunting.
"Kami memperkirakan sekitar 4.000 anak Badui yang perlu mendapatkan MBG," katanya, menekankan skala kebutuhan program untuk peningkatan derajat kesehatan. [Antara].
Berita Terkait
-
Minta Rp20 Ribu ke Ojol, Pemalak Puncak Bogor Tak Berkutik Ditangkap di Warung Gorengan
-
Kantor Desa Sukaharja Sukamakmur Bogor Terbakar: Asap Tebal Gemparkan Warga
-
'Gajah Meninggal Tinggalkan Gading', Pesan Misterius Presiden Prabowo soal Warisan Kekuasaan
-
Tiga Fungsi Rahasia Hutan Kota Tajur yang Akan Ubah Wajah Bogor Selamanya
-
Menggantungkan Nasib pada Nama Lama: Perbasi Bogor Blak-blakan, Tak Ada Satupun Atlet Profesional
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Gubernur Banten: RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI yang Sedang Dinonaktifkan
-
Samsung Galaxy S26 Series Hadir sebagai AI Phone Andal untuk Aktivitas Harian 2026
-
6 Fakta Vonis Eks Anggota DPRD Kota Serang Wahyu Papat dalam Kasus Penggelapan Tanah
-
7 Rekomendasi Sepatu Lokal 2026 yang Kualitasnya Geser Brand Luar Negeri
-
Ngapel Berujung Sel! Pemuda Lebak Banten Diciduk Polisi Usai Kepergok Kakak Pacar