- Sungai Cisadane tercemar meluas 22,5 km akibat kebakaran gudang pestisida PT Biotek Saranatama, Sabtu (31/1/2026).
- Pencemaran oleh pestisida toksik dari sisa pemadaman menyebabkan kematian biota akuatik secara massal di Tangerang Raya.
- Menteri LH mengimbau warga sekitar tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari karena berpotensi bahaya.
SuaraBanten.id - Pencemaran lingkungan paling masif kembali menghantam Tangerang Raya. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) telah merilis hasil pemeriksaan yang sangat mengkhawatirkan Sungai Cisadane tercemar pestisida secara meluas, akibat insiden kebakaran gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama di Kawasan Taman Tekno, Tangerang Selatan, Banten, pada Sabtu (31/1/2026).
Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa pencemaran di Sungai Cisadane dilaporkan telah meluas hingga kurang lebih 22,5 kilometer (km).
Dampaknya sangat masif, meliputi wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.
Menteri Hanif mengungkapkan, pencemaran tersebut menimbulkan kematian berbagai biota akuatik secara massal, seperti ikan mas, ikan baung, ikan patin, ikan nila, dan ikan sapu-sapu.
Tim Gakkum KLH menemukan bahwa cairan kimia ini mengalir dari Sungai Jeletreng hingga ke Sungai Cisadane. PT Biotek Saranatama sendiri diketahui menyimpan pestisida jenis cypermetrin dan profenofos, bahan-bahan yang sangat toksik.
Penyebab pencemaran ini terkuak dari kebakaran gudang pestisida di Kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD Serpong, Blok K3 Nomor 37, Kecamatan Setu.
Ada sekitar 20 ton bahan pestisida terbakar dalam peristiwa tersebut. Yang krusial, air sisa pemadaman yang bercampur dengan residu bahan kimia inilah yang kemudian mengalir ke badan sungai dan menyebabkan pencemaran.
"Kondisi ini sangat berdampak serius terhadap ekosistem perairan dan masyarakat di sekitarnya," ucap Menteri Hanif.
"Kami akan mendalami kasus ini melalui serangkaian pengujian laboratorium dan kajian ilmiah," sambungnya.
Baca Juga: 480 Ribu Kartu BPJS PBI di Banten Dinonaktifkan, Ini Jawaban Dinkes dan Gubernur
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq mengeluarkan imbauan darurat yang sangat serius untuk sementara waktu, kepada warga tidak mengkonsumsi air dari Sungai tersebut
"Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai agar tidak menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, karena berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan mata, serta gangguan pernapasan jika uapnya terhirup," tukasnya. [Antara].
Berita Terkait
-
480 Ribu Kartu BPJS PBI di Banten Dinonaktifkan, Ini Jawaban Dinkes dan Gubernur
-
Buntut Sebar Video Syur di Grup 'Semprot', 4 Pria di Banten Jalani Sidang di PN Serang
-
DLH Tangerang Uji Cemaran Pestisida di Sungai Cisadane: Warga Dilarang Mandi Cuci Sementara
-
5 Poin Penting Kasus Ngeri Warga Tangerang Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik dan Wajah Dilakban
-
Misteri Bau Menyengat di Kali Serpong Terjawab, Ini Penyebabnya
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Bawa-bawa Logo Koperasi di Pesan Kesehatan, Strategi Komunikasi Pemasaran Aqua Menuai Kritik
-
Aktivitas Galian Tanah di Desa Nanggung Kopo Dipantau Ketat Polisi
-
Kecemburuan Berujung Brutal, Kedi Golf Jadi Korban Penganiayaan di Tangerang
-
PIK2 Soroti Pentingnya Pengalaman Nyata di Tengah Gempuran Konten Media Sosial
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2