-
Lima pengusaha di Cilegon divonis 1,5 tahun penjara oleh PN Serang karena terbukti melakukan percobaan pemerasan proyek Rp5 triliun terhadap PT Chandra Asri Alkali.
-
Vonis 1,5 tahun ini lebih ringan dari tuntutan jaksa (3-4 tahun). Hal yang meringankan meliputi mediasi damai dan status para terdakwa sebagai tulang punggung keluarga.
-
Para terdakwa, termasuk Ketua Kadin Cilegon, mengancam menyetop proyek jika permintaan jatah pekerjaan tidak dipenuhi. Perbuatan ini dinilai meresahkan dan merusak iklim investasi.
SuaraBanten.id - Pengadilan Negeri (PN) Serang menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara kepada 5 (lima) pengusaha di Kota Cilegon terkait kasus minta jatah proyek senilai Rp5 triliun terhadap PT Chandra Asri Alkali (CAA).
Kelima pengusaha tersebut yakni Ketua Kadin Kota Cilegon Muhamad Salim, Wakil Ketua Kadin Kota Cilegon Isbatullah, Wakil Ketua Bidang Industri Kadin Cilegon Ismatullah serta Ketua HNSI Kota Cilegon Rufaji Jahuri dan Ketua BMPP Zul Basit.
Ketua Majelis Hakim Hasanudin mengatakan, para terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan percobaan pemerasan sebagaimana pasal 368 ayat 2 juncto pasal 53 ayat 1.
"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karenanya dengan pidana penjara 1 tahun dan 6 bulan pejara dikurangi masa tahanan," ucap Hasanudin dalam sidang vonis di PN Serang, Kamis (6/11).
Diketahui, vonis yang diberikan terhadap para terdakwa lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cilegon. Sebelumnya para terdakwa dituntut 3 dan 4 tahun penjara.
Dalam pertimbangannya, Hasanudin mengungkapkan, para terdakwa telah melakukan mediasi perdamaian di Polsek Ciwandan, kemudian para terdakwa juga disebut sebagai tulang punggung sehingga menjadi hal yang meringankan vonis.
"Bahwa hal yang meringankan terdakwa karena telah adanya mediasi perdamaian di Polsek Ciwandan, kemudian para terdakwa merupakan tulang punggung keluarga," kata Hasanudin.
Sementara itu, Hasanudin menilai perbuatan yang dilakukan para terdakwa dinilai sebagai sesuatu yang meresahkan bagi masyarakat dan dianggap perbuatan yang tak mendukung iklim investasi.
"Perbuatan para terdakwa meresahkan masyarakat," ujar Hasanudin.
Baca Juga: 6 Fakta Mengejutkan Oknum ASN Pemkab Tangerang Terlibat Jaringan Narkoba Modus Vespa
Usai pembacaan vonis tersebut Ketua Majelis Hakim Hasanudin, para terdakwa dan JPU Kejari Cilegon pun sama-sama menyatakan sikap untuk pikir-pikir atas vonis yang diberikan tersebut.
Untuk diketahui, dalam dakwaan peristiwa pemerasan dan pengancaman itu bermula pada Jumat, 9 Mei 2025 sekitar pukul 12.00 WIB. Terdakwa M Salim menginisiasi pertemuan dan mengajak sejumlah pengurus organisasi pengusaha dan LSM lokal untuk melihat proyek CAA di Kawasan Industri Krakatau Steel.
Beberapa orang yang hadir yaitu Ismatulloh, Rufaji Zahuri, Isbatullah, Ivan Ferdiansyah, Muhammad Zia Ulhaq, Bahaudin, Rizki Ridho Putra, Mabruri, serta beberapa pengusaha lokal lainnya. Disana mereka bertemu dengan Lin Yong Site selaku Manager) dan Sitti Rahimah penterjemah.
Para pengusaha itu meminta sebagian pekerjaan dengan cara memaksa pada CAA-1 Project diberikan kepada pengusaha lokal dibawah naungan Kadin Cilegon. Dari nilai proyek Rp17 triliun, pengusaha lokal meminta proyek senilai Rp5 triliun.
Tak hanya M Salim, beberapa saksi lainnya juga mengeluarkan pernyataan serupa, seperti mengancam akan menolak dokumen AMDAL atau menyetop seluruh aktivitas proyek bila tuntutan tidak dipenuhi.
Namun, sebelum 9 pekerjaan di CAA diberikan, kelima terdakwa diamankan anggota Ditreskrimum Polda Banten setelah video permintaan pekerjaan itu viral di media sosial.
Berita Terkait
-
6 Fakta Mengejutkan Oknum ASN Pemkab Tangerang Terlibat Jaringan Narkoba Modus Vespa
-
Oknum ASN Bidang Kepegawaian Pemkab Tangerang Ternyata Pengedar Ganja Jaringan Medan-Bali!
-
ASN Bolos Kerja 1 Tahun di Pandeglang: 4 Fakta Krusial, dari Utang Piutang Hingga Pemecatan
-
Total Kerugian Capai Rp5 Miliar, Skandal Penipuan Modus Masuk Polisi di Polda Banten Kian Membesar
-
Tragis! Siswa Pahoa Tewas Terjatuh dari Lantai 8 Sekolah, Ini Kata Polisi
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sambangi Cilegon, Menteri Wihaji Beri Arahan ke Tim Penyalur MBG Ibu Hamil dan Menyusui
-
Peringkat Kredit Indonesia di Moodys Tetap Baa2, Alarm Bagi Kepercayaan Investor?
-
DPR RI Awasi Pengembangan Kawasan Wisata di Area Rencana Proyek Giant Sea Wall
-
Liburan Asyik Dekat Jakarta! 4 Rekomendasi Wisata di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan
-
Apa Itu Sistem Polder? Teknologi yang Bikin PIK 2 Kembali Kering usai Dua Jam Hujan