-
Oknum ASN Pemkab Tangerang, Akmal Hadi, akan dipecat karena terlibat kasus kepemilikan dan peredaran ganja.
-
Pemkab Tangerang segera proses pemecatan Akmal Hadi. Sebelumnya ia sudah seminggu lebih tidak masuk kerja.
-
Akmal Hadi terlibat jaringan narkotika antarprovinsi (Medan-Banten-Bali) dan terancam hukuman penjara seumur hidup.
SuaraBanten.id - Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Akmal Hadi (AH, 44), yang baru-baru ini ditangkap oleh Satreskrim Polresta Tangerang karena terjerat kasus kepemilikan dan pengedaran narkotika jenis ganja, kini berada di ambang pemecatan.
Pihak Kecamatan Legok, tempat AH bertugas, langsung bergerak cepat memproses sanksi kepegawaiannya.
Camat Legok, M. Yusuf Fachroji, menyatakan bahwa pihaknya baru mengetahui keterlibatan stafnya tersebut melalui pemberitaan media, dan saat ini sedang menyiapkan langkah administratif.
"Untuk kasusnya saya baru mengetahui beritanya. Ini baru kita mau melaporkan kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang untuk ber-surat," katanya dilansir dari Antara.
Camat Legok menegaskan, proses penghentian status kepegawaian AH kini akan segera diajukan kepada BKPSDM Pemkab Tangerang. AH yang berstatus PNS ini bertugas sebagai staf pada Bidang Umum dan Kepegawaian di Kecamatan Legok.
"Ya, nanti kita laporkan terlebih dahulu terkait dengan kepegawaiannya. Kita akan laporkan dulu sebatas dengan sesuai dengan kapasitas kami," katanya.
Yusuf Fachroji juga mengungkapkan bahwa AH sudah tidak masuk kerja selama lebih dari seminggu sebelum penangkapan tersebut diungkap. Pihaknya sempat melayangkan surat pemanggilan, namun diduga saat itu AH sudah terlibat dalam urusan hukum.
"Kemungkinan, itu dia tidak masuk kerja sudah terlibat (hukum). Sudah berurusan dengan pihak kepolisian sehingga dia tidak bisa masuk ke kantor," tuturnya.
Meski demikian, Camat Legok mengaku bahwa secara perilaku atau kinerja harian, AH tidak menunjukkan adanya keterlibatan dalam sindikat peredaran narkoba.
Baca Juga: ASN Pemkab Tangerang Diciduk! Terlibat Jaringan Narkoba Antar Provinsi, Ini Modus Pengiriman
Oknum ASN AH ditangkap bersama dua rekannya, LK (24) dan IT (42), di Parung, Bogor, Jawa Barat. Kasus ini berhasil diungkap Polresta Tangerang dari penangkapan pengguna berinisial J (19) di Panongan.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada menyampaikan bahwa AH terlibat dalam jaringan peredaran dan penyelundupan narkotika antar Provinsi (Medan-Banten-Bali) dengan modus menyembunyikan 35 Paket Ganja pada kerangka sepeda motor Vespa.
Barang bukti yang disita Polresta Tangerang meliputi 10 linting ganja, lima paket kecil ganja, satu paket besar ganja seberat 350 gram, dan satu unit motor Vespa berisi 35 paket besar ganja.
Tersangka AH sendiri mengaku sebagai pengguna aktif sejak 2010 dan juga pengedar skala kecil di lingkungannya.
Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal penjara aeumur hidup bagi pelaku utama.
Tag
Berita Terkait
-
ASN Pemkab Tangerang Diciduk! Terlibat Jaringan Narkoba Antar Provinsi, Ini Modus Pengiriman
-
Ganja 35 Paket Disembunyikan Rapi dalam Kerangka Vespa, Oknum Pejabat Pemkab Tangerang Terlibat
-
Dari Sekolah Roboh hingga Bus Pelajar, ASGPIK 2 Hadirkan Harapan Baru untuk Pendidikan Tangerang
-
ASN Bolos Kerja 1 Tahun di Pandeglang: 4 Fakta Krusial, dari Utang Piutang Hingga Pemecatan
-
Kejanggalan Kasus Tewasnya Siswa di Gading Serpong: CCTV Disebut Mati, Polisi Selidiki Bukti Ini
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Banten Jadi Tuan Rumah Latihan Militer 19 Negara
-
Konflik Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Berakhir Damai, Warga Minta Maaf Secara Terbuka
-
Kekeringan di Tangsel Semakin Meluas hingga 30 Titik, 3.423 Jiwa Terdampak
-
Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane
-
10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda