SuaraBanten.id - Aksi di SMAN 4 Serang yang diikuti para pelajar, mahasiswa dan alumni sekolah tersebut berujung ricuh. Lantaran tuntutan massa untuk menghadirkan oknum guru pelaku pelecehan seksual tak dikabulkan.
Massa aksi kemudian mendesak masuk ke SMAN 4 Serang dengan mendorong pagar hingga terjadi aksi saling dorong dan pemukulan oleh aparat kepolisian.
Menurut informasi, usai Plt Kepala SMAN 4 Serang, Nurdiana Salam mendatangi massa aksi, massa yang masih tidak puas mendesak agar terduga pelaku pelecehan seksual menemui mereka.
Lantaran terduga pelaku tak kunjung keluar, massa aksi yang terdiri dari alumni, mahasiswa dan pelajar mencoba menerobos masuk dengan mendobrak pagar yang dijaga oleh Polisi.
Bentrokan antara massa aksi dan polisi pun tak terhindarkan, lemparan botol serta kontak fisik terjadi hingga massa aksi mengalami pemukulan. “Woy gue dipukul woy,” kata salah seorang masa aksi.
Ada massa aksi yang dibawa masuk secara paksa oleh Polisi ke dalam sekolah. Meski sempat berhasil membuka gerbang, massa aksi kembali dipukul mundur oleh Polisi dan gerbang sempat ditutup kembali.
Massa juga melanjutkan aksi mereka dengan membakar ban hingga lalu lintas tersendat. Aksi ini untuk mendesak penuntasan kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan salah seorang guru kepada siswi.
Sebelumnya diberitakan, puluhan pelajar, mahasiswa dan alumni SMAN 4 Serang menggeruduk sekolah untuk menuntut kasus pelecehan seksual yang dilakukan okum guru diusut tuntas.
Diketahui, kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru SMAN 4 Serang itu belakangan terus menyita perhatian publik.
Baca Juga: Pelajar dan Alumni SMAN 4 Serang Desak Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas
Menurut informasi massa aksi mendatangi SMAN 4 Serang sekira pukul 09.18 WIB. Tak hanya berorasi menyampaikan aspirasi, mereka juga menyebarkan selembaran berisi percakapan WhatsApp seorang guru berinisial SJ kepada salah seorang siswi SMAN 4 Serang.
Dalam selembaran berisi percakapan yang dibagikan itu, oknum guru itu mengajak siswi check in alias menginap di sebuah hotel.
Koordinator aksi dari BEM Banten Bersatu, Bagas Yulianto mengatakan, aksi ini merupakan bentuk desakan massa kepada pihak sekolah agar menindak terduga pelaku pelecehan seksual.
"Per hari ini kami sudah mediasi lalu investigasi kepada teman-teman siswa dan siswi yang jadi korban bahwa ada dua sampai tiga korban dan ada dua sampai tiga pelaku," katanya.
"Kejadiannya memang tidak terjadi tahun ini tapi setahun dan dua tahun lalu tapi baru ramai karena korban berani bersuara," ujarnya.
Tak hanya pelecehan seksual, Bagas juga menyoroti dugaan pungutan liar di lingkungan sekolah. Pungutan itu disebut dengan One Day One Thousand (ODOT), yakni para siswa diwajibkan membayar iuran sehari sebesar seribu rupiah.
Berita Terkait
-
Pelajar dan Alumni SMAN 4 Serang Desak Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas
-
Terduga Pelaku Pelecehan Seksual dan Pihak SMAN 4 Serang Dipanggil Polisi
-
Korban Pelecehan Seksual SMAN 4 Serang Diduga Diteror Agar Cabut Laporan Polisi
-
DPRD Banten Desak Pecat Pelaku Pelecehan Seksual di SMAN 4 Serang, Oknum Guru Baru Dinonaktifkan
-
Korban Pelecehan Seksual SMAN 4 Serang Lapor Polisi, Korban Lain Diimbau Ikut Laporkan!
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu