SuaraBanten.id - Puluhan pelajar, mahasiswa dan alumni SMAN 4 Serang menggeruduk sekolah untuk menuntut kasus pelecehan seksual yang dilakukan okum guru diusut tuntas.
Diketahui, kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru SMAN 4 Serang itu belakangan terus menyita perhatian publik.
Menurut informasi massa aksi mendatangi SMAN 4 Serang sekira pukul 09.18 WIB. Tak hanya berorasi menyampaikan aspirasi, mereka juga menyebarkan selembaran berisi percakapan WhatsApp seorang guru berinisial SJ kepada salah seorang siswi SMAN 4 Serang.
Dalam selembaran berisi percakapan yang dibagikan itu, oknum guru itu mengajak siswi check in alias menginap di sebuah hotel.
Koordinator aksi dari BEM Banten Bersatu, Bagas Yulianto mengatakan, aksi ini merupakan bentuk desakan massa kepada pihak sekolah agar menindak terduga pelaku pelecehan seksual.
"Per hari ini kami sudah mediasi lalu investigasi kepada teman-teman siswa dan siswi yang jadi korban bahwa ada dua sampai tiga korban dan ada dua sampai tiga pelaku," katanya dikutip dari Bantennews (Jaringan SuaraBanten.id).
"Kejadiannya memang tidak terjadi tahun ini tapi setahun dan dua tahun lalu tapi baru ramai karena korban berani bersuara," ujarnya.
Tak hanya pelecehan seksual, Bagas juga menyoroti dugaan pungutan liar di lingkungan sekolah. Pungutan itu disebut dengan One Day One Thousand (ODOT), yakni para siswa diwajibkan membayar iuran sehari sebesar seribu rupiah.
"Ini patut dipertanyakan, dari anggaran yang dikeluarkan daripada siswa itu kan patungan tapi tidak dinikmati oleh siswanya," ujarnya.
Baca Juga: Terduga Pelaku Pelecehan Seksual dan Pihak SMAN 4 Serang Dipanggil Polisi
Menanggapi penyampaian aspirasi massa aksi, Plt Kepala SMAN 4 Serang, Nurdiana Salam menyebut kejadian yang dituduhkan para siswa tidak terjadi saat ia menjabat. Nurdiana baru menjabat sebagai Plt pada bulan Februari 2025 lalu.
Meskipun tidak terjadi di masa kepemimpinannya, Nurdiana menegaskan ia sudah menindaklanjuti terduga pelaku pelecehan seksual dengan menonaktifkannya.
Nurdiana juga menyebut pihak kepolisian juga sudah memeriksa terduga pelaku pelecehan seksual itu.
"Yang sudah dipastkkan sejak awal oleh bapak, bahwa oknum tersebut sudah dinonaktifkan, menunggu proses selanjutnya dari Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian daerah serta Kepolisian," papar Nurdiana.
Terkait ODOT yang disebut pungutan liar, Nurdiana juga memastikan pungutan itu telah dihentikan. Ia juga menjanjikan pihak sekolah akan segera mengevaluasi terkait tuntutan para siswa.
"Jadi sudah tidak ada lagi modul LKS dan sebagainya, ODOT juga sudah bapak hentikan. Ini merupakan bentuk kami mendengar aspirasi teman-teman," ujarnya.
Berita Terkait
-
Terduga Pelaku Pelecehan Seksual dan Pihak SMAN 4 Serang Dipanggil Polisi
-
Korban Pelecehan Seksual SMAN 4 Serang Diduga Diteror Agar Cabut Laporan Polisi
-
DPRD Banten Desak Pecat Pelaku Pelecehan Seksual di SMAN 4 Serang, Oknum Guru Baru Dinonaktifkan
-
Korban Pelecehan Seksual SMAN 4 Serang Lapor Polisi, Korban Lain Diimbau Ikut Laporkan!
-
Ketua DPRD Desak Kasus Pelecehan Seksual SMAN 4 Serang Diproses Hukum: Damai Tidak Cukup!
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu