SuaraBanten.id - Di balik layar ponsel pintar dan riuhnya interaksi di media sosial, sebuah ancaman senyap tengah mengintai masa depan bangsa, menargetkan pikiran-pikiran paling rapuh: para pelajar.
Menyadari kerentanan ini, Kepolisian Daerah (Polda) Banten kini tidak lagi hanya berpatroli di jalanan, tetapi juga "masuk kelas", menggencarkan program edukasi preventif untuk membangun benteng pertahanan dari gempuran paham radikal dan terorisme.
Langkah strategis ini bukanlah tanpa alasan. Kepolisian melihat adanya pergeseran medan pertempuran ideologi dari dunia nyata ke ruang-ruang digital yang setiap hari diakses oleh generasi muda.
Kasubbid Penerangan Masyarakat (Penmas) Bidang Humas Polda Banten, AKBP Meryadi, pada Jumat di Serang, secara gamblang menyatakan mengapa lingkungan pendidikan menjadi fokus utama.
"Program ini merupakan bagian dari upaya preventif Polri. Kami menyasar lingkungan pendidikan karena pelajar merupakan kelompok usia yang rentan terhadap paparan paham radikal, terutama melalui media digital," ujarnya.
Pernyataan ini menggarisbawahi sebuah realitas pahit: generasi yang lahir sebagai digital native memiliki akses tak terbatas terhadap informasi, namun seringkali belum dibekali kemampuan filter dan pemikiran kritis yang mumpuni.
Celah inilah yang dieksploitasi oleh kelompok-kelompok radikal untuk menyebarkan propaganda kebencian, intoleransi, dan narasi yang memutarbalikkan ajaran agama serta nilai-nilai kebangsaan.
Sebagai wujud nyata dari aksi ini, Polda Banten menggandeng SMAN 2 Kota Serang, mengubah ruang kelas menjadi forum diskusi terbuka tentang ancaman yang tak kasat mata ini.
Tujuannya adalah membangun 'firewall' ideologi di dalam benak setiap siswa sebelum virus radikalisme sempat menginfeksi.
Baca Juga: Eks Anggota DPRD Cilegon Dilaporkan ke Polda Banten, Diduga Serobot Lahan PT Pancapuri
Materi yang diberikan pun dirancang khusus untuk membekali para pelajar dengan perangkat pertahanan diri.
"Untuk materi yang disampaikan mencakup pengenalan ciri-ciri paham radikal, metode penyebarannya, serta cara-cara preventif yang dapat dilakukan oleh pelajar dalam kehidupan sehari-hari," imbuh AKBP Meryadi.
Inisiatif ini mendapat sambutan hangat dari dunia pendidikan, Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Serang, Sulaiman, melihat program ini sebagai suplemen bagi wawasan siswanya yang mungkin tidak mereka dapatkan dari kurikulum formal.
"Kegiatan ini sangat penting untuk menambah wawasan para siswa tentang bahaya paham radikal yang kini mengincar generasi muda," kata Sulaiman, menyiratkan adanya kesadaran bersama akan urgensi masalah ini.
Lebih penting lagi, dampak positif program ini terasa langsung di tingkat akar rumput, yakni para siswa itu sendiri.
Aditya, salah seorang peserta, mengaku program ini telah membuka cakrawala berpikirnya. Baginya, ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan sebuah pencerahan.
Berita Terkait
-
Eks Anggota DPRD Cilegon Dilaporkan ke Polda Banten, Diduga Serobot Lahan PT Pancapuri
-
Kasus Dugaan Korupsi Jamkrida Diselidiki Polda Banten
-
Polda Banten Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Kadin Cilegon Minta Jatah Proyek Rp5 T
-
Empat Tersangka Kasus Kejahatan Seksual Anak di Banten Dibekuk
-
Pelaku Penyuntikan Gas Elpiji 3 Kilogram di Tangerang Ditangkap Polda Banten
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September
-
Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang
-
Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan
-
Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda
-
Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut