SuaraBanten.id - Dengan modus ancaman "ini aib kamu sendiri", seorang paman di Kabupaten Serang tega memperkosa keponakan di bawah umur yang berusia 16 tahun.
Tindakan bejat paman perkosa ponakan itu bahkan dilakukan dua kali di samping sang istri, mengungkap sisi gelap manipulasi psikologis dalam kasus kekerasan seksual.
Kasus kekerasan seksual yang mengguncang Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, mengungkap modus operandi yang sangat keji paman yang memperkosa keponakan saat tengah berada di samping sang istri.
Seorang paman berinisial MIF (29) tidak hanya memperkosa keponakannya yang masih remaja, tetapi juga menggunakan ancaman psikologis dengan menyebut perbuatan bejat itu sebagai "aib" korban untuk memastikan korbannya diam.
Ironisnya, tindakan biadab ini dilakukan saat istrinya, yang juga tante korban, berada di samping mereka.
Unit PPA Polresta Serang Kota tengah menangani kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dengan pelaku yang merupakan orang terdekat korban.
Kanit PPA, Ipda Febby Mufti Ali, menjelaskan bagaimana pelaku mengeksploitasi korbannya.
"Pelaku memanfaatkan kerentanan korban dengan cara membohongi korban, merayu dan memberi uang jajan kepada anak korban," kata Febby dalam keterangan tertulisnya, Selasa 15 juli 2025.
Peristiwa pertama terjadi pada Desember 2024 saat korban menginap di rumah pelaku.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Seksual Marak, Wali Kota Tangsel Minta RT Hingga Camat Turun Tangan
Dalam sebuah adegan yang sulit dipercaya, MIF terlebih dahulu berhubungan badan dengan sang istri meski korban berada di tempat tidur yang sama.
“Anak korban membalikkan badan sambil main handphone,” ujar Febby.
Sesaat setelah itu, MIF merampas ponsel korban dan melancarkan aksi bejatnya.
Kejadian kedua terulang pada Sabtu, 5 April lalu, saat korban kembali menginap.
Di momen inilah pelaku menggunakan senjata manipulasi yang paling mengerikan untuk membungkam korban.
Setelah memperkosa korban untuk kedua kalinya di kamar, lagi-lagi di samping istrinya, pelaku berusaha menyuap dan mengancam secara halus.
"Kemudian pelaku berkata ‘Om minta maaf ya jangan bilang ke siapa-siapa ini aib kamu sendiri’ sambil memberi anak korban uang namun anak korban menolak, kemudian anak korban menghubungi teman anak korban yang bernama I untuk menjemput anak korban," tutur Febby.
Berita Terkait
-
Kasus Kekerasan Seksual Marak, Wali Kota Tangsel Minta RT Hingga Camat Turun Tangan
-
Profil Irna Narulita, Istri Wagub yang Kini Nahkodai DPW PAN Banten
-
Selingkuh dengan Istri Tetangga, Oknum Kades di Serang Nyaris Diamuk Massa
-
Pelaku Suami Bakar Istri di Cipoondoh Tangerang Diamankan Polisi
-
Diduga Terbakar Api Cemburu, Suami di Cipondoh Tangerang Bakar Istri
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Mudik 2026: Pelabuhan Ciwandan Siap Tampung 5.000 Motor, Lengkap dengan Area UMKM
-
Pamflet Orang Hilang Bergambar Bupati Lebak Beredar, Aliansi Mahasiswa Ungkap Alasannya
-
Nasib THR PPPK Paruh Waktu di Banten Belum Jelas Jelang Lebaran 2026
-
Kejari Serang Geledah Kantor BPN: Dokumen Disita, Uang Tunai Rp220 Juta Diamankan
-
Rapor Merah Hasbi Jayabaya, Proyek Alun-alun Rp4,9 Miliar Jadi Sorotan Mahasiswa