SuaraBanten.id - Seorang pria berinsial HS (23), buron asusila yang telah menghamili anak di bawah umr di Cikande, Kabupaten Serang, Banten berhasil ditangkap usai sempat kabur ke Negeri Jiran, Malaysia.
Pria pelaku asusila hamili anak di bawah umur di Cikande yang sempat kabur ke Malaysia itu diringkus Unit Perlindungan Perempuan dan Anak atau PPA Polres Serang.
Pria yang merupakan warga Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai, Provinsi Sumatera Utara itu buron selama 3 tahun terakhir.
Polisi langsung mendatangi rumah pria itu di Sumatra Utara pada Rabu 11 Juni 2025 malam lalu dan mengamankan tersangka.
Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko mengatakan, kasus asusila yang menjerat oknum mahasiswa terhadap gadis di bawah umur ini terjadi sekitar April 2022 silam.
Kata dia, pelaku sebelumnya berpacaran dengan gadis berusia 16 tahun di Desa Situterate, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten.
Selama berpacaran pelaku dan korban melakukan hubungan layaknya suami isteri, sang pria berjanji akan menikahi korban jika hamil.
"Selama berpacaran pelaku dan korban kerap melakukan hubungan intim hingga akhirnya korban hamil. Hubungan terlarang tersebut dilakukan di rumah bibi pelaku di Desa Situterate," kata Kapolres didampingi Kasatreskrim AKP Andi Kurniady ES, Senin 16 Juni 2025 dikutip dari Bantennews (Jaringan SuaraBanten.id), Selasa 17 Juni 2025.
Mengetahui korban hamil, pihak keluarga pun akhirnya meminta pelaku menikahinya dan pelaku menjanjikan akan menikahi korban setelah selesai kuliah.
Baca Juga: Tarbuai Rayuan Pria di Aplikasi Kencan, Motor Perempuan Asal Pamarayan Raib
Namun belakangan diketahui, pelaku ingkar dengan janjinya dan memilih kabur dari Desa Situterate. Pelaku pulang ke kampung halamannya hingga kabur ke Malaysia.
"Atas perbuatannya itu, pihak keluarga korban akhirnya melapor ke Mapolres Serang pada 26 April 2022," kata Condro.
Berbekal laporan tersebut, personel Unit PPA langsung bergerak melakukan upaya penangkapan terhadap pelaku, namun pelaku tidak berhasil ditemukan.
Beberapa tempat persembunyian pelaku disasar tapi pelaku juga tidak ditemukan hingga diketahui pelaku bersembunyi di kampung halamannya.
"Sejumlah lokasi yang diduga dijadikan tempat persembunyian sudah kami sasar namun pelaku tidak berhasil ditemukan. Hingga akhirnya, petugas mengetahui bersembunyi di kampung halamannya," jelasnya.
Berbekal informasi tersebut, Tim Unit PPA langsung bergerak ke Tanjung Balai, Sumatera Utara. Namun pelaku ternyata sudah berangkat ke Negeri Jiran, Malaysia.
Berita Terkait
-
Tarbuai Rayuan Pria di Aplikasi Kencan, Motor Perempuan Asal Pamarayan Raib
-
Modus Buang 'Aura Kotor' Dukun Cabul di Serang Gagahi Korban di Cipocok Jaya
-
Kasus Pemerkosaan Siswi SMK di Serang Banten Mandek 3 Tahun, Polisi Angkat Suara
-
Anak di Bawah Umur Digilir Teman Ayahnya, Pemulung di Cilegon Polisikan Pelaku
-
Empat Tersangka Kasus Kejahatan Seksual Anak di Banten Dibekuk
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Banten Jadi Tuan Rumah Latihan Militer 19 Negara
-
Konflik Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Berakhir Damai, Warga Minta Maaf Secara Terbuka
-
Kekeringan di Tangsel Semakin Meluas hingga 30 Titik, 3.423 Jiwa Terdampak
-
Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane
-
10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda