SuaraBanten.id - Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) mengungkap temuan sejumlah persoalan pengelolaan dana BOS atau Bantuan Operasional Sekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Khusus (SKh) di Provinsi Banten pada tahun anggaran 2024.
Berdasarkan temuan BPK tersebut, muncul dugaan terdapat upaya kepala sekolah di Banten untuk mendapat keuntungan dari dana BOS SMA/SMK di Provinsi Banten.
BPK mengungkap hal tersebut dari pemeriksaan dokumen berita acara serah terima (BAST) di aplikasi SIPLAH. Badan Pemeriksaan Keuangan menemukan dugaan belanja fiktif dan kelebihan pembayaran pada pengelolaan dana BOS SMA/SMK di Banten.
Foto yang diunggah pihak sekolah terkait bukti belanja diduga tidak menunjukan transaksi yang sebenarnya.
Badan Pemeriksaan Keuangan juga mencatat adanya praktek pinjam nama perusahaan, pembagian keuntungan antara penyedia dan kepala sekolah dalam kegiatan belanja barang dan jasa di sekolah.
BPK juga menemukan pembelian barang disertai dengan pengembalian sebagian uang dari jumlah barang yang dipesan kepada sekolah. Hal tersebut telah terjadi di 61 sekolah di Provinsi Banten.
Berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut terhadap proses belanja barang dan jasa di 60 satuan pendidikan itu menunjukan tidak sesuai ketentuan.
Hasil pemeriksaan secara uji petik di SMKN 2 Kota Serang terjadi kelebihan pembayaran atas penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah yang tidak sesuai ketentuan sebesar Rp1,1 miliar, kemudian belanja makanan dan minuman SMAN 2 Kota Serang yang transaksinya dilakukan dengan modus pinjam nama perusahaan.
"BPK memperoleh data terdapat belanja makanan dan minuman sebanyak empat kali pada hari yang sama (di SMAN 2 Kota Serang)," tulis Badan Pemeriksaan Keuangan dalam laporannya dikutip dari Bantennews (Jaringan SuaraBanten.id), Sabtu 31 Mei 2025.
Baca Juga: Gubernur Banten Ngaku Tak Tahu Putusan PTUN Situ Ranca Gede
Bahkan, ketika ditotal temuan-temuan kelebihan pembayaran di puluhan Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan atau SMA/SMK di Provinsi Banten itu jumlahnya mencapai Rp10,6 miliar.
"Rekapitulasi kelebihan pembayaran yang berasal dari temuan-temuan (seluruh sekolah) itu sebesar Rp.10.606.272.194," tulis Badan Pemeriksa keuangan dalam laporannya.
Berdasarkan temuan tersebut, Badan Pemeriksaan Keuangan memberikan rekomendasi kepada Gubernur Banten untuk memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten agar lebih optimal dalam pembinaan dan pengawasan perencanaan, pengelolaan, dan pertanggungjawaban Dana Bantuan Operasional Sekolah.
Kemudian juga merekomendasikan agar Kepala Dindikbud memedomani ketentuan perencanaan, pengelolaan, dan pertanggujawaban dana BOS.
"(Agar) mengenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan kepada Kepala Satudan Pendidikan dan Bendahara BOS yang tidak memedomani ketentuan perencanaan, pengelolaan dan pertanggungjawaban dana BOS," tulis rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan itu.
Sementara itu, Pelaksana Tugas atau Plt Kepala Inspektorat Provinsi Banten, Siti Ma’ani Nina mengatakan, temuan BPK pada sektor pendidikan telah menjadi atensi pihaknya dan akan terus melakukan pengawasan pasca temuan tersebut agar tidak terulang.
Berita Terkait
-
Gubernur Banten Ngaku Tak Tahu Putusan PTUN Situ Ranca Gede
-
Lima Tahun Telantar, Korban Bencana di Lebak Dijanjikan Hunian Tetap
-
Cerita Makam 7 Sumur 7 di Serang Banten, Banyak Disalahgunakan Peziarah
-
Pemprov Banten Habiskan Rp1,8 Miliar untuk Peresmian RSUD Cilograng dan Labuan di Tengah Efisiensi
-
Buruh di Banten Minta Prabowo Turun Tangan Soal Kenaikan Gas Industri yang Ancam PHK Massal
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Soroti Kepala Daerah Ditangkap KPK, Pengamat: Korupsi Politik Bukan Sekadar Serakah tapi Kalkulasi
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 100 Kurikulum Merdeka
-
Simak Jadwal KRL Rangkasbitung - Tanah Abang Terbaru
-
Piring Nasi Terancam! Ratusan Hektare Sawah di Lebak Terancam Puso, Petani Hanya Bisa Pasrah
-
Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Halaman 23: Bedah Peta Kekayaan Harta Karun Tambang Indonesia