SuaraBanten.id - Makam kramat 7 sumur 7 yang berada di Pancuran Mas, Desa Lebakwana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang Banten banyak disalahgunakan oleh peziarah dari luar daerah.
Kedatangan peziarah ke Makam kramat 7 sumur 7 hanya untuk meminta sesuatu sesuai keinginan atau meminta pusaka yang diyakini ada di makam dan peninggalan para wali itu.
Secara aqidah, hal itu sudah menyimpang. Namun kuncen makam kramat 7 sumur 7 pancuran mas, Huzaeni selalu mengingatkan kepada peziarah yang datang dengan maksud meminta kepada kuburan.
"Minta itu tetap kepada Alloh SWT, jangan ke kuburan. Seharusnya kita ziarah itu untuk silaturahmi, kepada orang tua kita. Para wali ini lah yang dekat dengan sang pencipta dan sekaligus orang tua kita," kata pria yang akrab di sapa haji Jen, Kamis 29 Mei 2025.
Ia tak menapik banyak peziarah dari luar daerah dengan maksud dan tujuan tidak baik, seperti menginginkan benda pusaka, berupa kris dan sebagainya, atau yang meminta pesugihan.
"Banyak mas, yang minta seperti itu. Saya kan di sini hanya bertugas menjaga dan merawat saja. Saya sering arahkan dan nasehati kalau ada yang seperti itu," kata pria paruh baya itu.
Diketahui, sumur 7 yang berada di Desa Lebakwana berawal dari para wali yang menggunakan tempat tersebut sebagai tempat perkumpulan, untuk syiar islam di wilayah Banten. Kisah sumur 7 itu, bak kisah Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan anaknya Nabi Ismail.
Saat itu, para wali melakukan perkumpulan bersama Syekh Mansur Cikaduen, waktu solat pun tiba. Sementara di sekitaran tempat perkumpulan tidak ada air meski sedikit, jangankan untuk mandi untuk berwudu saja tidak ada.
Syehk Mansur yang konon memiliki tongkat sakti langsung menancapkan tongkatkan ke tanah, setelah di cabut keluar lah sumber mata air dari dalam tanah, begitulah secarcik kisah sumur 7 berawal.
Baca Juga: Tak Kuat Tahan Napsu, Ayah di Serang Cabuli Anak Tiri Saat Asik Main HP
"Sumur 7 ini berada pada saat Kesultanan Maulana Hasanudin saat itu yang hendak merebut kekuasaan dari pucuk umun, di wilayah Banten. Berkat kerja keras para wali akhirnya pucuk umun bisa di usir oleh Sultan Maulana Hasanudin ke wilayah Banten Selatan," kata haji Jen.
kramat 7sumur 7 pancuran mas menjadi wisata religi, hal itu dibuktikan dengan di tetapkannya sebagai salah satu Cagar Budaya oleh Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Pengunjung yang ingin mandi dan berziarah, tidak terlalu sulit, untuk bisa sampai ke makam kramat 7 sumur 7 pancuran mas. Sekitar kurang lebih 1,5 KM dari balai Desa Lebakwana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.
Persis di tengah-tengah penduduk, gapura bertulisan Makam kramat 7 sumur 7 pancuran mas berada. Sekitar 500 meter masuk dari plang itu menuju makam dan sumur kramat. Jalan setapak, dan terlihat belum ada pengerasan mewarnai perjalanan menuju makam kramat 7 sumur 7 pancuran mas itu.
Sampai di lokasi, pelang cagar budaya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang menyambut para pengunjung. Dalam tulisan tersebut terdapat, nama-nama wali yang pada saat itu menjadi panglima perang dalam penyebaran islam di tanah Banten.
Makam Kramat 7 sumur 7 pancuran mas selain di jadikan objek wisata oleh masyarakat luar. Sumur 7 pun sering digunakan untuk mandi oleh masyarakat sekitar, bahkan untuk minum langsung oleh warga sekitar sepulang bertani dari sawah.
Berita Terkait
-
Tak Kuat Tahan Napsu, Ayah di Serang Cabuli Anak Tiri Saat Asik Main HP
-
Pemprov Banten Habiskan Rp1,8 Miliar untuk Peresmian RSUD Cilograng dan Labuan di Tengah Efisiensi
-
Buruh di Banten Minta Prabowo Turun Tangan Soal Kenaikan Gas Industri yang Ancam PHK Massal
-
Di Tengah Efisiensi, Anggaran Pelantikan Ratu Zakiyah Ternyata Habiskan Rp500 Juta
-
Pelaku Penyuntikan Gas Elpiji 3 Kilogram di Tangerang Ditangkap Polda Banten
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel
-
Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang