SuaraBanten.id - Polres Serang Kota memburu pemilik akun media sosial lantaran dianggap telah menyebarkan hoaks atas kasus pembacokan yang menewaskan Ustaz Samsudin (44). Sejak mencuatnya kasus ini, beredar hoaks jika Ustaz Samsudin dibunuh oleh kader Partai Komunis Indonesia alias PKI.
Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira membantah jika isu pembunuhan Ustaz Samsudin yang viral di medsos.
“Tidak benar, bahwa ustaz tersebut diserang kelompok tertentu (kader PKI). Jadi pada masyarakat stop hoaks yah,” kata seperti dikutip Bantennews.co.id--jaringan Suara.com, Minggu (5/5/2019).
Ia menjelaskan bahwa peristiwa pembacokan yang terjadi pada Kamis lalu merupakan murni tindakan kriminal. Pelaku yang telah membunuh ustaz itu adalah Romli Husen.
Selain menyelidiki kasus pidana ini, polisi juga sedang menyelidik terkait penyebaran berita hoaks yang berkembang dan cenderung berbau isu SARA.
“Kami selidiki pelaku penyebarnya apabila nanti ada bukti yang kami temukan bahwa pelaku dengan sengaja melakukan penyebaran berita bohong akan ada ancaman pidananya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan pihaknya akan membentuk tim khusus dan mengirim bukti rekam jejaknya elektroniknya ke laboratorium forensik Mabes Polri.
“Jika terbukti pelaku penyebar hoax ini sengaja menyebarkan berita tersebut. Maka akan diancam pasal 43 UU ITE. Pidananya kurang lebih 4 tahun penjara,” ujarnya.
Diketahui, kronologi pembunuhan ustaz Samsudin terjadi pada ketika korban mempersilakan Romli menginap di rumahnya pada Rabu (1/5/2019). Tersangka tiba di rumah ustaz Samsudin pada sore sekitar pukul 17.00 WIB. Namun pada pukul 18.00 WIB, keluarga korban mendengar Romli berteriak di dalam kamar mandi saat hendak mengambil wudhu. Korban berserta keluarganya kemudian mencoba menenangkan pelaku dan memberinya makan.
Baca Juga: Sebut Ratusan KPPS Wafat Tak Masuk Akal, Demokrat ke Prabowo: Ide Anda Apa?
Sekitar pukul 04.00 WIB, Tak disangka, istri korban melihat Samsudin sudah tergeletak di dapur dengan luka parah akibat bacokan senjata tajam yang diduga dilakukan Romli.
Setelah kejadian itu, istri korban meminta pertolongan warga sekitar. Romli yang masih berada di rumah korban langsung ditangkap warga dan dihakimi. Pelaku bahkan sempat diikat di tiang listrik sebelum dijemput anggota kepolisian. Diduga, aksi pembunuhan itu karena Romli mengalami depresi setelah bercerai dengan istrinya.
Berita Terkait
-
Romli, Pembunuh Ustaz Samsudin sempat Berteriak saat Berwudhu
-
Digeruduk saat Tidur di Rumah, Ustaz Cabul Dinterogasi Keluarga Bunga
-
Dikira Disuruh Hafalan Quran, Bunga Dicabuli Guru Ngaji sampai Pagi
-
Lewat Air Doa, Bunga Ungkap Dosa Sang Guru Ngaji Cabul
-
Pedofilia Berkedok Guru Ngaji, Lebaran Lalu Kakak Mawar Ikut Dicabuli DS
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
BRI Perkuat Ekosistem Perumahan Jakarta, Dukung Program 3 Juta Rumah
-
Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras
-
Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1
-
Dukung Olahraga Nasional, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil