- WHO melaporkan temuan kasus virus Nipah di Asia, mendorong Banten meningkatkan kewaspadaan di Bandara Soekarno-Hatta.
- Virus Nipah adalah zoonosis menular dari hewan ke manusia; belum tersedia vaksin atau obat khusus untuk penyembuhannya.
- Banten mengaktifkan surveilans aktif di Bandara Soetta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan penumpang internasional yang datang.
SuaraBanten.id - Bayang-bayang pandemi belum sepenuhnya hilang dari ingatan, kini dunia kembali dikejutkan dengan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait temuan kasus virus Nipah di kawasan Asia.
Merespons peringatan global ini, Pemerintah Provinsi Banten langsung mengambil langkah taktis dengan meningkatkan status kewaspadaan di pintu gerbang utama Indonesia, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.
Virus Nipah bukanlah penyakit sembarangan. Ini adalah penyakit Zoonosis, infeksi yang menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah dan babi sebagai inang utamanya.
Lebih mengerikan lagi, penularan bisa terjadi antarmanusia melalui cairan tubuh atau makanan terkontaminasi, dan hingga detik ini belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk menyembuhkannya.
Baca Juga:Niat Bela Teman dari Aksi Bullying, Pelajar SMK di Anyer Tewas Ditusuk Saat Tolak Permintaan Maaf
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menegaskan bahwa pihaknya tidak mau kecolongan. Sistem pengawasan dini atau surveilans aktif kini telah disiagakan penuh, menjadikan Bandara Soetta sebagai benteng pertahanan utama.
"Surveilans aktif baru di-alert, dinyalakan. Surveilans seperti apa? Ini kita menggunakan Bandara Soekarno-Hatta yang sering jadi pintu masuk," kata Ati, Rabu (28/1/2026).
Langkah preventif ini dilakukan melalui kolaborasi erat dengan Badan Kekarantinaan Kesehatan (BKK).
Fokus utamanya adalah memantau pergerakan penumpang yang baru saja mendarat dari luar negeri, khususnya dari negara-negara yang telah melaporkan adanya kasus atau riwayat virus mematikan ini.
Mekanisme yang diterapkan akan mengingatkan kita pada protokol kesehatan ketat beberapa tahun lalu.
Baca Juga:4 Surga Wisata Alam di Lebak dan Pandeglang yang Wajib Masuk 'Bucket List' Kamu
Seluruh penumpang internasional akan menjadi sasaran pemeriksaan awal kesehatan. Tujuannya mendeteksi gejala sedini mungkin sebelum virus menyebar ke populasi yang lebih luas.
"Semua orang yang datang, terutama dari daerah endemis tentu akan dilakukan screening, sama halnya seperti covid-19," ujar Ati.
Dinas Kesehatan Banten bersama otoritas terkait sedang mematangkan protokol teknis yang lebih spesifik agar penanganannya tepat sasaran dan tidak menimbulkan kepanikan berlebihan.
"Nanti mesti terus disusun, karena kan berbeda halnya virus Nipah dengan covid-19. Mana yang lebih spesifik nanti. Kemarin kita baru rapatkan, tunggu tanggal mainnya," kata Ati.
Kontributor : Yandi Sofyan