- Kemenhub memproyeksikan 143,9 juta pergerakan masyarakat selama arus mudik Lebaran 2026 yang signifikan.
- ASDP Ferry dan OT Group bermitra di empat pelabuhan demi menjaga stabilitas harga produk selama mudik.
- Kemitraan ini bertujuan meningkatkan layanan penyeberangan terintegrasi sekaligus menjaga ketersediaan produk terjangkau bagi pemudik.
SuaraBanten.id - Arus mudik Lebaran 2026 diprediksi mengalami lonjakan yang cukup siginifikan. Survei Kementerian Perhubungan memproyeksikan sebanyak 143,9 juta pergerakan masyarakat pada mudik Lebaran 2026 ini.
Tingginya proyeksi arus mudik Lebaran 2026 ini juga harus ditunjang dengan kesiapan layanan seluruh moda transportasi, termasuk moda transportasi laut di PT ASDP demi menjaga kelancaran arus, stabilitas distribusi, hingga kenyamanan perjalanan.
Terkait hal tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry dan OT Group menjalin kemitraan strategis di empat pelabuhan selama mudik Lebaran 2026. Keempat pelabuhan itu yakni Pelabuhan Merak, Bakauheni, Gilimanuk dan Ketapang.
Melonjaknya pergerakan masyarakat pada mudik Lebaran 2026 tentunya berdampak pada kebutuhan konsumsi di area transit. Karenanya, kolaborasi OT Group dan PT ASDP memastikan produk dijual sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) di area pelabuhan dan kapal penyeberangan.
Baca Juga:3,6 Juta Kendaraan Lewat Jalur Banten Saat Mudik Lebaran 2026, Simak Strategi Darurat BBM
Hal tersebut dilakukan demi menjaga stabilitas harga serta melindungi daya beli masyarakat. CEO FMCG OT Group, Donnymengatakan, kolaborasi ini bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan bagian dari kontribusi terhadap penguatan ekosistem layanan publik.
"Mudik adalah momentum sosial terbesar di Indonesia. Kami melihatnya bukan hanya sebagai peak season distribusi, tetapi sebagai tanggung jawab bersama untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses produk yang terjangkau, resmi, dan mudah dijangkau di titik-titik perjalanan krusial," katanya di hadapan awak media di Mall Sosoro, Merak, Kota Cilegon.
"Dalam periode dengan lonjakan permintaan tinggi, aspek availability dan price stability menjadi sangat penting. Melalui kerja sama ini, kami memastikan rantai pasok berjalan optimal sehingga pemudik tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan maupun potensi lonjakan harga," jelas Donny.
Dengan konsentrasi pergerakan penumpang yang tinggi di simpul-simpul penyeberangan utama, perusahaan melihat pentingnya kehadiran yang lebih relevan di titik mobilitas masyarakat, khususnya pada momen mudik yang sarat makna sosial dan emosional.
"Kami percaya perusahaan tidak hanya hadir di keseharian , tetapi juga di momen-momen penting nasional . Momen mudik adalah simbol kebersamaan dan harapan. Karena itu, OT Group ingin menjadi bagian dari perjalanan tersebut dengan memastikan akses produk yang terjangkau dan terpercaya tetap tersedia di setiap titik mobilitas utama," tutup Donny.
Baca Juga:Pembatasan Angkutan Barang Mudik Lebaran 2026 Berlebihan, Aptrindo Desak Pemerintah Kaji Ulang
Direktur Tehnik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Nana Sutisna, menyampaikan bahwa Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya ASDP dalam memperkuat ekosistem layanan penyeberangan yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada pelanggan, khususnya dalam menghadapi periode puncak mobilitas seperti mudik Lebaran.
"Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jasa penyeberangan. Melalui kemitraan dengan berbagai pihak, ASDP terus berupaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan berkesan bagi masyarakat," kata Nana.
Kolaborasi ini juga menghadirkan pendekatan layanan yang lebih terintegrasi melalui aktivasi di gedung penumpang dan lounge, optimalisasi layanan di atas kapal, hingga pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan perjalanan jarak jauh.
Kerja sama ini sekaligus menandai penguatan strategi pengembangan bisnis OT Group berbasis ekosistem transportasi nasional, setelah sebelumnya menjalin kolaborasi di sektor penerbangan bersama Garuda Indonesia.
Menguatkan komitmen tersebut, kerja sama ini mencerminkan pergeseran strategi OT Group dari sekadar distribusi produk menjadi integrasi aktif dalam ekosistem perjalanan nasional.