TPAS Cilowong Tutup buat Tangsel, Tapi Aman buat Pemkab Serang; Ada Apa dengan Sampah Tetangga?

Pemkot Serang hentikan sementara kerja sama sampah dengan Tangsel usai serap aspirasi warga. Evaluasi menyeluruh disiapkan cari solusi terbaik.

Andi Ahmad S
Kamis, 08 Januari 2026 | 13:29 WIB
TPAS Cilowong Tutup buat Tangsel, Tapi Aman buat Pemkab Serang; Ada Apa dengan Sampah Tetangga?
Ratusan warga Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten menggelar aksi demonstrasi menolak kiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan (Selatan) ke TPAS (Tempat Pemrosesan Akhir Sampah) Cilowong di depan kantor Kecamatan Taktakan pada Selasa (6/1). [Yandi Sofyan/SuaraBanten]
Baca 10 detik
  • Evaluasi Kerja Sama Sampah Pemkot Serang menghentikan sementara penerimaan sampah dari Tangerang Selatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Langkah ini diambil guna menyerap aspirasi masyarakat dan menunggu instruksi lebih lanjut dari Wali Kota Serang.

  • Upaya Solusi yang Adil Wakil Wali Kota Serang berkomitmen mencari solusi terbaik (win-win solution) bagi pemerintah dan warga terdampak. Keputusan kelanjutan kerja sama kini bergantung pada hasil rapat evaluasi dan kebijakan pimpinan daerah.

  • Status Operasional TPSA Cilowong Meskipun pengiriman sampah dari Tangerang Selatan terhenti, pembuangan sampah dari Kabupaten Serang ke TPSA Cilowong dipastikan tetap berjalan normal. Kerja sama lokal tersebut dilaporkan aman tanpa kendala di lapangan.

SuaraBanten.id - Polemik impor sampah yang sempat memanaskan suasana di Kota Serang akhirnya mendapat respons serius dari pemerintah daerah.

Menyusul gelombang protes dan aspirasi dari masyarakat sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengambil langkah taktis untuk meredam ketegangan.

Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, secara resmi mengumumkan bahwa kegiatan penerimaan sampah kiriman dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dihentikan untuk sementara waktu.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap suara warga sambil menunggu proses evaluasi menyeluruh.

Baca Juga:Bakar Sampah Sembarangan di Tangsel Bisa Masuk Penjara? Ini Penjelasannya

"Kemarin baru diserap aspirasi dari warganya, nanti kita rapatkan lagi. Belum ada hasil evaluasi karena baru menyerap aspirasi," kata Nur Agis Aulia, Kamis (8/1/2026).

Agis menekankan komitmen Pemkot Serang untuk tidak mengabaikan keluhan warga terdampak bau dan lalu lintas truk sampah.

Di sisi lain, potensi pendapatan daerah dari retribusi sampah juga menjadi pertimbangan.

Oleh karena itu, Agis berjanji akan merumuskan kebijakan yang adil bagi kedua belah pihak.

"Tapi yang pasti kita sudah menyerap aspirasi, seharusnya ada win-win solution dan kita menunggu arahan dari Wali Kota Serang," tegasnya.

Baca Juga:GMNI Tangerang Tolak Keras Wacana Pilkada Dipilih DPRD: Rakyat Bukan Penonton

Masyarakat menanti terobosan apa yang akan ditawarkan pemerintah. Apakah kompensasi bagi warga akan dinaikkan atau manajemen pengelolaan sampah di Cilowong akan di-upgrade menggunakan teknologi canggih agar tidak bau.

Menariknya, penghentian ini hanya berlaku spesifik untuk sampah dari Tangsel yang menjadi sorotan. Agis memastikan bahwa kerja sama pembuangan sampah dari tetangga terdekat, yakni Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, tidak terganggu sama sekali.

"Kalau sampah dari pemkab sudah berjalan, lancar tidak ada kendala, aman," pungkas Agis. [Antara].

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini