4 Fakta Menarik di Balik Aksi Anarkis yang Lumpuhkan Kota Serang Banten

Berikut adalah 4 fakta kunci dari peristiwa yang melumpuhkan jantung ibu kota Banten tersebut.

Andi Ahmad S
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 22:50 WIB
4 Fakta Menarik di Balik Aksi Anarkis yang Lumpuhkan Kota Serang Banten
Ilustrasi Demo di Serang. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Kota Serang Lumpuh
  • Demo di Serang Memanas Teriak 'Polisi Pembunuh'

SuaraBanten.id - Kota Serang mendadak mencekam pada Sabtu (30/8/2025). Aksi demonstrasi oleh Aliansi Simpul Sipil Banten tak hanya memblokade jalan utama, tetapi juga berujung pada pembakaran pos polisi.

Di balik kemarahan massa yang meluap, ada beberapa fakta menarik yang menjadi sorotan.

Berikut adalah 4 fakta kunci dari peristiwa yang melumpuhkan jantung ibu kota Banten tersebut.

1. Anarkis Karena Tak Ada Polisi, Bukan Karena Ada Polisi

Baca Juga:Serang Lumpuh, Pos Polisi Dibakar! Massa Aksi: Ini Bentuk Kekecewaan, Polisi Pembunuh

Ini adalah anomali yang paling mencolok. Biasanya, kericuhan pecah akibat bentrokan antara massa dan aparat. Namun di Serang, aksi yang awalnya hanya membakar ban bekas justru berubah menjadi anarkis karena tidak ada satu pun polisi yang berjaga di lokasi.

Kekosongan aparat ini seolah dianggap sebagai bentuk pengabaian, yang kemudian memicu massa melampiaskan amarah mereka dengan merusak dan membakar pos polisi terdekat.

2. Kemarahan yang Sangat Selektif: Polisi Dikejar, TNI Tidak Disentuh

Fakta menarik lainnya adalah kemarahan massa yang terlihat sangat tertarget. Saat beberapa aparat kepolisian tiba-tiba melintas, massa langsung reaktif, mengejar, dan melempari mereka dengan batu.

Namun, reaksi yang sama sekali berbeda ditunjukkan terhadap personel TNI. Massa aksi tidak bereaksi sama sekali dan cenderung membiarkan aparat TNI yang juga berjaga di lokasi. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen negatif massa secara spesifik tertuju pada institusi Kepolisian.

Baca Juga:Oknum Polisi Lempar Helm ke Pelajar Hingga Kritis, Propam Polda Banten Minta Maaf

3. Narasi Kuat "Sengaja Dilindas, Bukan Terlindas"

Pos Polisi di Serang Banten Dibakar Massa [Yandi Sofyan/SuaraBanten]
Pos Polisi di Serang Banten Dibakar Massa [Yandi Sofyan/SuaraBanten]

Pemicu utama kemarahan massa adalah tewasnya driver ojol, Affan Kurniawan, di Jakarta. Namun, yang membuat emosi mereka membara adalah narasi yang diusung oleh koordinator aksi, Abroh Nurul Fikri. Ia tidak menyebutnya sebagai kecelakaan, melainkan sebuah kesengajaan.

“Kita bisa melihat kejadian kemarin, di mana seorang ojol sengaja dilindas, bukan terlindas, sengaja dilindas oleh aparat kepolisian,” tegas Abroh.

Diksi "sengaja dilindas" ini menjadi bahan bakar emosional yang kuat, mengubah persepsi dari insiden tragis menjadi sebuah tuduhan pembunuhan berencana oleh negara terhadap rakyatnya.

4. Isu Kenaikan Gaji DPR Ikut "Diseret" ke Jalanan

Meskipun fokus utama adalah kebrutalan aparat, massa aksi ternyata juga membawa isu lain yang menunjukkan spektrum kekecewaan mereka yang lebih luas.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?