SuaraBanten.id - Dikabarkan bahwa terdapat bagian dari Tembok Besar China (Great Wall) yang roboh akibat gempa bumi yang melanda Provinsi Qinhai, China Barat Laut berkekuatan 6,9 magnitudo.
Gempa tersebut terjadi pada akhir pekan, tepatnya tengah malam waktu setempat. Tembok yang runtuh sepanjang dia meter, di daerah Shandan, Provinsi Gansu, China Barat Laut.
Wilayah tersebut berjarak 114 kilometer dari pusat gempa yaitu di daerah Menyuan, Prefektur Otonomi Tibet Haibel di Qinhai.
![Tembok besar China. [Josiah Sark/Pixabay]](https://media.suara.com/pictures/original/2021/05/30/51456-tembok-besar-china.jpg)
Pihak yang berwenang telah melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap peninggalan Dinasti Ming (1368-1644) itu.
Baca Juga:Tembok Besar China Runtuh Diguncang Gempa, Bagaimana Kondisinya?
“Perlindungan utama telah dipasang dan pekerjaan perbaikan dan restorasi sedang dalam proses,” tulis media Global Times pada Selasa, 11 Januari, 2022.
Gempa yang terjadi di akhir pekan itu melanda daerah yang jarang akan penduduk, namun getarannya tetap dapat dirasakan oleh kota-kota besar di sekelilingnya. Tidak ada korban jiwa dalam gempa tersebut, namun terdapat 9 orang luka-luka dengan delapan sudah diperbolehkan pulang, dan satu orang masih dalam pengawasan.
Sementara itu, Shi Yucheng selaku Kepala Badan Gempa Gansu, mengatakan bahwa daerah pemukiman terdekat berjarak 40 kilometer dari pusat gempa.
“Mereka berada di wilayah ‘sabuk gempa’ dan penduduk setempat terbiasa menghadapi gempa,” ujarnya. Disamping itu, rumah-rumah penduduk juga sudah diperbaharui agar dapat tahan oleh gempa.
Hal ini merupakan kebijakan baru dari pemerintah, setelah terjadi gempa sekuat 7,1 magnitudo pada 4 April 2010 lalu, yang mengakibatkan 2.698 orang tewas dan 270 dinyatakan hilang. China dinasti ming Gempa Bumi Grate wall Qinhai.
Baca Juga:Dua Hari Terakhir, Halmahera Utara Diguncang 61 Kali Gempa Bumi