Alat Pendeteksi Tsunami di Pasauran Hilang, BPBD Banten Sebut Banjir Rob Fenomena Alami

pihaknya menduga ada oknum yang mencuri alat pengirim sinyal tanda bahaya tsunami yang dipasang mengapung di laut tersebut.

Hairul Alwan
Selasa, 07 Desember 2021 | 17:23 WIB
Alat Pendeteksi Tsunami di Pasauran Hilang, BPBD Banten Sebut Banjir Rob Fenomena Alami
ILUSTRASI alat pendeteksi tsunami di Pasauran, Anyer, Kabupaten Serang hilang. [Suara.com/Arief Hermawan P]

SuaraBanten.id - Alat pendeteksi tsunami di Pasauran, Anyer, Kabupaten Serang baru-baru ini dikabarkan hilang. Hal itu diungkapkan Kepala BPBD Provinsi Banten Nana Suryana.

Nana mengaku prihatin atas alat pendeteksi tsunami hilang belakangan ini. pihaknya menduga ada oknum yang mencuri alat pengirim sinyal tanda bahaya tsunami yang dipasang mengapung di laut tersebut.

“Yang langsung kami pantau langsung ada 3 titik pantau. Di Pasauran, Labuan dan Pamimbang. Kalau ada potensi tsunami, (alat pendeteksi) akan memberitahukan ke kita. Kemarin sempat hilang yang di Pasauran, kalau yang dua (Panimbang dan Labuan) normal. Saya juga nggak paham itu warga untuk apa,” kata Nana dikutip dari Bantennews.co.id--Jaringan Suara, Selasa (7/12/2021).

Dalam kesempatan itu, Nana berharap selain alat pendeteksi tsunami yang dipasang oleh BMKG pihak industri di Cilegon dan Tangerang juga memasang alat serupa. Pemasangan alat itu untuk deteksi dini tsunami di Banten sebelum terjadi dan mengakibatkan korban jiwa.

Baca Juga:Diduga Terobos Palang Pintu, Suzuki Ertiga di Serang Terpental Ditabrak Kereta Barang

“Di perusahaan-perusahaan juga kalau bisa punya (alat pendeteksi tsunami),” ujarnya.

Terkait banjir rob yang terjadi di sejumlah wilayah di Banten, Nana menyebut hal tersebut merupakan fenomena alami yang terjadi berkala. Untuk di Pantura Tangerang dan sekitarnya, rob menjadi fenomena yang kerap terjadi ketika air pasang akibat kondisi bulan.

“Seperti di Dadap, Tangerang itu sudah biasa. Memang yang jarang terjadi di daerah Sukaresmi, Pandeglang. Makanya warga sempat mengungsi tapi situasi berangsur normal lagi,” ungkapnya.

Fenomena rob kali ini juga diakui Nana terjadi di Kabupaten Serang seperti Pontang dan Anyer.

“Memang sesuai prediksi BMKG yah, akan terjadi gelombang tinggi dan nelayan diimbau tidak dulu melaut karena gelombang tinggi tadi,” ujar Nana.

Baca Juga:Banjir Rob Pandeglang Rendam Ratusan Rumahl, Warga Mengungsi ke Kantor Desa Sidakmukti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak