facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Video Perairan Merak Surut, Warga Diminta Jangan Panik

Hairul Alwan Senin, 06 Desember 2021 | 21:33 WIB

Viral Video Perairan Merak Surut, Warga Diminta Jangan Panik
Tangkapan layar video viral yang mengabarkan Perairan Merak surut, Senin (6/12/2021). [IST]

Dalam video viral tersebut tampak pihak yang mengambil video mengarahkan kamera ke dermaga kayu dengan kondisi air laut surut.

SuaraBanten.id - Sebuah video yang menunjukan Pantai Merak, Cilegon, Banten surut belakangan viral. Video tersebut beredar di Whatsapp group-group Whatsapp wartawan dan akun Instagram.

Dalam video viral tersebut tampak pihak yang mengambil video mengarahkan kamera ke dermaga kayu dengan kondisi air laut surut. Di dekat dermaga kayu itu tampak sebuah kapal kandas lantaran air laut surut.

Video yang mengabarkan air laut Merak surut itu juga disertai suara yang menginformasikan situasi di Perairan Merak.

"Dilaporkan Pantai Merak ini tiba-tiba surut. Waduh yang piket jangan tidur, perahu pada kandas. Ada apa ini?," kata pihak pengambil video.

Baca Juga: Heboh Tsunami 8 Meter di Cilegon Hingga Berujung Bantahan BMKG

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono membenarkan Perairan Merak sempat surut pada Sabtu (4/12/2021) malam.

"Sempat surut, mulai dari Merak, Anyer, Cinangka tengah malam surut," ungkap Sigit.

Meski demikian, ia memastikan perairan Merak Senin (6/12/2021) malam terbilang normal dan memastikan video yang beredar merupakan video lama.

"Enggak ada, enggak ada itu, video lama itu (Video Perairan Merak Surut)," ujarnya.

Ia meminta masyarakat tidak mudah takut dengan informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya. Kata dia, air laut surut pada malam hari merupakan hal biasa, namun lantaran belakangan beredar kabar potensi tsunami 8 meter masyarakat mungkin cemas.

Baca Juga: Heboh Soal Potensi Tsunami di Cilegon, 19 WNA Ditolak Masuk Indonesia

"Saya minta pertama masyarakat jangan ketakutan dan tetap waspada, kedua masyarakat jangan mudah membuat berita yang beritanya itu belum tentu benar. terlebih dahulu silahkan dikonfirmasi ke pihak berwenang seperti BMKG," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait