Kata MAK, penyegelan terjadi lantaran kunci Gedung Posyandu dibawa oleh istrinya. Ia berdalih, istrinya juga turut pergi ke Cibodas bersamanya kemarin.
Maman mengaku tak mengetahui bahwa PAUD Anyelir sedang mengadakan PTM terbatas sejak pekan ini.
“Enggak ada penguncian, jadi gini saya mendadak dijemput sama orang pergi ke Cibodas (Jawa Barat), Kamis (18/11),” kata Maman kepada di wartawan di depan gedung Kelurahan Pedurenan, Kota Tangerang, Jumat (19/11/2021).
"Saya enggak tau ada apa kemarin, saya enggak tau (bila dikunci),” tambahnya.
Baca Juga:Pegawai BPN Lebak Terjaring OTT Polda Banten, Mahasiswa: Badan Pungli Nasional
Maman juga mengatakan, saat ini telah menduplikat kunci Posyandu Anyelir tersebut agar pihak Paud dapat membuka kembali Posyandu tersebut.
“Keputusan tinggal dia datang aja. Disuruh bikin duplikat tiga, saya satu, kader posyandu satu, paud satu. Sudah,” katanya
Sementara itu, Pengelola Paud Posyandu Anyelir, Sukaesih mengatakan bila pihaknya hingga saat ini belum menerima kunci Posyandu Anyelir. Pihaknya justru diminta untuk memiliki gedung sendiri.
“Iya betul dan dia sampai sekarng tidak mau memberi kunci posyandunya,” tandasnya.
Kontributor : Muhammad Jehan Nurhakim
Baca Juga:Bentrok Ormas di Ciledug Tangerang, Empat Orang Diamankan Polisi