alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Lapas Tangerang Kebakaran Diduga Karena Korsleting Listrik, Begini Kata Kapolda Metro Jaya

Hairul Alwan Rabu, 08 September 2021 | 10:15 WIB

Lapas Tangerang Kebakaran Diduga Karena Korsleting Listrik, Begini Kata Kapolda Metro Jaya
Lapas Tangerang Kebakaran (BPBD)

Insiden kebakaran yang menyebabkan 41 napi tewas dan 80 luka-luka ini terjadi lantaran diduga akibat hubungan arus pendek listrik.

SuaraBanten.id - Penyebab Lapas Tangerang kebakaran diduga korsleting listrik. Hal tersebut diungkapkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran saat ditemui di Lapas Kelas 1 Tangerang.

Insiden kebakaran yang menyebabkan 41 napi tewas dan 80 luka-luka ini terjadi lantaran diduga akibat hubungan arus pendek listrik.

"Jadi di blok ini lah terjadi diduga awal hubungan pendek arus listrik (korsleting listrik)," ujar Fadil Imran kepada wartawan, Rabu (8/9/2021)

Sebagai informasi, dari kebakaran itu ada 41 korban tewas, delapan orang luka berat, dan 72 orang luka ringan.

Baca Juga: 41 Napi Lapas Tangerang Tewas Terpanggang, Kemenkumham: Semua Kamar Dikunci

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Reynhard Silitonga menyatakan, lapas tersebut terdiri dari 7 blok. Bagian lapas yang terbakar adalah Blok C2.

Di blok tersebut terdapat ruang aula dan sembilan kamar.

Lapas Tangerang Kebakaran (BPBD)
Lapas Tangerang Kebakaran (BPBD)

"Lapas ini ada 7 blok, dimana per blok itu ada 9 kamar, nah yang terbakar ini adalah blok C2, dimana disitu ada aula dan 9 kamar, kalau blok lain itu jauh, karena masing-masing blok itu jauh," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kabar Lapas Tangerang terbakar dikabarkan Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti membenarkan peristiwa tersebut.

Ia juga mengatakan, adanya korban yang tewas dalam peristiwa tersebut. Namun, dirinya tidak menjelaskan berapa jumlah yang terbakarnya.

Baca Juga: Polisi Menduga Kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang Akibat Korsleting Listrik

"Betul, saat ini kami masih melakukan tindakan-tindakan evakuasi penanganan korban-korban termasuk yang meninggal dunia," ujar Rika saat dihubungi, Rabu (8/9/2021)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait