alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Terjadi di Jakarta, Kakek Pasien Covid Masih Hidup usai Gorok Leher Sendiri Pakai Celurit

Agung Sandy Lesmana | Muhammad Yasir Rabu, 30 Juni 2021 | 19:56 WIB

Terjadi di Jakarta, Kakek Pasien Covid Masih Hidup usai Gorok Leher Sendiri Pakai Celurit
Ilustrasi--Celurit yang disita polisi sebagai barang bukti. (Ist)

"Diduga depresi karena terkonfirmasi positif Covid-19 di umur yang 85 tahun."

SuaraBanten.id - Setelah dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19, pria renta berinisial S melakukan percobaan bunuh diri, yakni menggorok lehernya sendiri dengan sebilah celurit. Aksi nekat penderita Covid-19 itu terjadi di kawasan Tambora, Jakarta Barat, Rabu (30/6/2021) dini hari tadi. 

Kaposlek Tambora Kompol M Faruk Rozi menjelaskan detik-detik pria berusia 85 tahun itu mencoba mengakhiri hidupnya secara sadis. Awal cerita, kata Faruk, S terkonfirmasi Covid-19 dari hasil tes swab, Jumat (25/6/2021) lalu. 

"Diduga depresi karena terkonfirmasi positif Covid-19 di umur yang 85 tahun," kata Faruk saat dikonfirmasi, Rabu (30/6/2021) malam.

Faruk mengemukakan korban mencoba bunuh diri dengan menyayatkan senjata tajam sejenis celurit ke lehernya. Akibatnya, dia menderita luka sobek empat jahitan. Beruntung nyawa S bisa diselamatkan setelah aksi nekatnya itu dipergoki oleh anak dan cucunya di rumah.

Baca Juga: Pesanan Peti Mati Pasien Covid-19 Kembali Meningkat, Pembuatan Sampai Dilembur

Kekinian, korban tengah menjalani perawatan di RSUD Tarakan.

Faruk memastikan kondisi korban telah berangsur membaik.

"Alhamdulillah tidak sempet meninggal dunia dan sekarang sedang dirawat di RSUD Tarakan," katanya.

Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat. 

Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam.

Baca Juga: Zona Merah, Depok Paling Banyak Pasien COVID-19 di Jawa Barat, 9.045 Orang

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait