alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Edan! Napi WNA Lapas Cilegon Kendalikan 1,1 Ton Narkoba dari Timur Tengah

Pebriansyah Ariefana Senin, 14 Juni 2021 | 18:37 WIB

Edan! Napi WNA Lapas Cilegon Kendalikan 1,1 Ton Narkoba dari Timur Tengah
ILUSTRASI narkoba. [Foto: Riauonline]

Gembong narkoba itu sebelumnya dibongkar Satgas Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat.

SuaraBanten.id - Narapidana warga negara asing Lapas Cilegon kendalikan 1,1 ton narkoba dari jaringan Timur Tengah. Kepala Lapas Kelas II A Cilegon, Erry Taruna menyatakan memang di Lapas Cilegon ada beberapa tahanan warga negara asing kasus narkoba.

Gembong narkoba itu sebelumnya dibongkar Satgas Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat.

Lapas Cilegon siap bekerjasama dengan pihaka kepolisian dalam membongkar kasus narkoba jaringan internasional tersebut.

“Kami siap bekerja sama dengan pihak kepolisian kalau ada warga binaan kami yang terlibat. Kami terbuka silakan,” ujarnya, Senin (14/6/2021).

Baca Juga: Ditangkap di Medan, Sekda Nias Utara Positif Narkoba, Bupati: Jika Tersangka Kita Copot

Dia menuturkan saat ini Napi yang diduga mengendalikan jaringan Narkoba tersebut sudah diperiksa di Polda Metro Jaya.

“Saat ini yang bersangkutan masih diperiksa di Polda Metro Jaya untuk bagaimana kasusnya kami tidak bisa menjawab,” katanya.

Warga negera asing itu merupakan tahanan pindahan dari Lapas Tangerang.

“Mereka pindahan dan bukan putusan dari pengadilan sini dan bukan tahanan di sini. Mereka dari UPT lain dari Tangerang kasus yang sama (narkoba-red) karena over kapasitas. Jadi dipindahkan ke sini,” jelasnya.

Dia menyatakan saat ini pihaknya masih mendalami kepemilikan alat komunikasi narapida yang mengendalikan narkoba tersebut.

Baca Juga: Polisi Minta Bobby Tutup Permanen Tempat Hiburan Malam Diduga Sediakan Narkoba

“Untuk alat komunikasi masih kita dalami bagaimana kok HP bisa masuk. Padahal 2-3 hari kita operasi. Kami akan mendalami siapa yang memasukan barang itu. Kalau ada indikasi, yang salah kita tindak. Yang jelas kita tidak membiarkan adanya alat komunikasi,” ucapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait