Disebut Merdekakan Amerika, Peran Penyebaran Islam Sultan Abdul Mufakir

Lord Rangga beralasan julukan negeri Paman Sam untuk Amerika Serikat berasal dari nama Sultan Abdul Mufakir atau disingkat SAM.

Hairul Alwan
Kamis, 20 Mei 2021 | 13:46 WIB
Disebut Merdekakan Amerika, Peran Penyebaran Islam Sultan Abdul Mufakir
Sejumlah wisatawan beraktifitas di kawasan wisata religi Kesultanan Banten di Kasemen, Serang, Banten, Minggu (7/6). [ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman]

SuaraBanten.id - Nama Sultan Abdul Mufakir Sultan Bantan tengah menjadi perbincangan setelah eks Petinggi Sunda Empire, Ki Ageng Rangga Sasana atau Lord Rangga menyebutkan, Banten merdekakan Amerika Serikat.

Lord Rangga beralasan julukan negeri Paman Sam untuk Amerika Serikat berasal dari nama Sultan Abdul Mufakir atau disingkat SAM.

Berdasarkan catatan sejarah Sultan Abul Mafakhir Mahmud Abdul Kadir merupakan salah satu penguasa Islam Banten yang memiliki peran penting menyebarkan agama islam, bahkan saat itu Sultan mengirimkan beberapa utusannya ke Mekkah untuk meminta restu.

Ditulis oleh Maftuh Pengawas PAI Kementerian Agama Kabupaten Serang tentang Islam pada massa kesultanan Banten: Perspektif Sosio-Historis, menyebutkan, diutusnya para pembesar kesultanan ke Mekkah tersebut, selain mendapatkan legitimasi simbol-simbol keagamaan, juga untuk mencari penjelasan tentang tiga kitab yang dibawa para utusan.

Baca Juga:Soal Banten, Ade Armando: Sejarah Amerika Dibongkar Tanpa Ampun Lord Rangga

Sebagai seorang penguasa Islam, Sultan Abdul Kadir merasa perlu untuk mendapatkan restu dari pusat Islam di tanah suci Mekkah. Oleh karena itu, antara tahun 1633 atau 1634, diutuslah beberapa pembesar istana ke Mekkah. Putra mahkota, Pangeran Pekik, juga diikutkan bersama rombongan yang dipimpin oleh Labe Panji, Tisnajaya dan Wangsaraja.

Sekitar tanggal 21 April dan 4 Desember 1638, rombongan yang diutus tersebut sampai kembali di Banten. Dari Mekkah, sultan mendapat gelar kebesaran Sultan Abul Mafakhir Mahmud Abdul Kadir. Pangeran Pekik mendapat gelar Sultan Ma'ali Ahmad.

Sultan juga menerima bendera dan pakaian suci dan apa yang dipercaya sebagai jejak kaki Nabi" dari Penguasa Haramain. Semua pemberian Syarif Mekkah ini di arak dalam prosesi 45 sekeliling kota Banten pada kesempatan Peringatan Maulid Nabi.

Sedangkan para pembesar yang diutus mendapat hadiah dan gelar kebangsawanan dari sultan. Demang Tisnajaya mendapat gelar Haji, Jayasanta dan Wangsaraja diberi gelar Haji Wangsaraja. Sementara pemimpin rombongan, Lambe Panji, meninggal dunia dalam perjalanannya ke Mekkah.

Diutusnya para untuk pembesar kesultanan ke Mekkah tersebut, selain mendapatkan legitimasi simbol-simbol keagamaan, juga untuk mencari penjelasan tentang tiga kitab yang dibawa oleh mereka.

Baca Juga:Tanggapi Petinggi Sunda Empire Soal Amerika, Ade Armando: Top Banget Ni

Judul-judul dari kitab-kitab itu adalah marqum (berarti "tulisan", ini merupakan judul yang tidak lengkap), al-muntahi karya Hamzah Fansuri dan kitab wujudiyyah, yakni sebuah kitab atau beberapa kitab yang menerangkan doktrin tasawuf monistik.

Di Mekkah, mereka bertemu dengan Muhammad Ali ibn 'Alan, namun mereka tidak berhasil membujuknya untuk datang ke Banten bersama mereka. Ulama ini menulis risalah al-Mawa>hib 48 ar-Rabbaniyyah 'an al-As'ilah al-Jawiyyah (Hadiah-hadiah Ilahi tentang Beberapa Pertanyaan dari Jawa), untuk menanggapi permintaan dari sultan Banten tersebut.

Sultan Abdul Kadir yang terkenal shaleh ini seringkali mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada para istrinya, istri-istri para ponggawa, para nyai dan para pegawai perempuan istana seperti pedekan tundan dan pedekan jawi.

Pada sebelah ruangan yang lain berkumpul pula para nyai sambil mengajar al-Qur'an kepada para pangeran kecil dan putri-putri istana. Para nyai ini dipimpin oleh Nyai Mas Eyang.

Pada tahun 1651 Sultan Abulmafakhir Mahmud Abdul Kadir wafat pada tahun dan dimakamkan di Kenari, berdekatan dengan makam putranya, Sultan Abulma'ali Ahmad. digantikan oleh cucunya yang bernama Pangeran Surya yang bergelar Pangeran Adipati Anom, atau kelak terkenal dengan Sultan Ageng Tirtayasa.

Kontributor : Saepulloh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak