alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Semua Objek Wisata Religi di Serang Banten Ditutup Sampai 30 Mei

Pebriansyah Ariefana Senin, 17 Mei 2021 | 16:32 WIB

Semua Objek Wisata Religi di Serang Banten Ditutup Sampai 30 Mei
Semua objek wisata religi di Serang Banten ditutup sampai 30 Mei 2021. (Bantennews)

Penutupan dilakukan mulai tanggal 16 hingga 30 Mei mendatang.

SuaraBanten.id - Semua objek wisata religi di Serang Banten ditutup sampai 30 Mei 2021. Objek wisata religi itu dijaga ketat Polres Serang.

Penutupan dilakukan mulai tanggal 16 hingga 30 Mei mendatang. Kapolres Serang AKBP Mariyono mengatakan dalam melaksanakan instruksi gubernur ini pihaknya telah memerintahkan seluruh polsek jajaran melakukan pemasangan pengumuman larangan kunjungan di seluruh objek wisata yang masuk wilayah hukum Polres Serang.

“Sesuai instruksi gubernur dalam upaya mencegah penyebaran pandemi Covid-19, kita lakukan penutupan di seluruh objek wisata oleh jajaran polsek Minggu (30/5/2021),” terang Kapolres, Senin (17/5/2021).

Selanjutnya Kapolres menjelaskan susuai perintah dari Kapolda Banten, pihaknya juga menggelar kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) oleh seluruh personil satuan fungsi serta polsek jajaran.

“Sesuai perintah Kapolda, patroli KKYD dilakukan sebagai upaya pendisiplinan penerapan protokol kesehatan (prokes) pasca hari raya Idul Fitri 1442 H/2021 serta mengantisipasi munculnya tindak kriminalitas dan gangguan Kamtibmas,” terang Kapolres.

Baca Juga: PHRI Banten Minta Kepastian Lokasi Wisata, Hotel dan Restoran Dibuka 30 Mei

Kapolres menambahkan pihaknya juga telah memerintahkan seluruh personil yang bertugas di pos-pos penyekatan untuk melakukan pengetatan pemeriksaan terhadap pengendara yang melintas.

Pemeriksaan dilakukan agar aktivitas buruh yang akan bekerja maupun masyarakat yang akan kembali ke rumahnya masing-masing dapat berjalan normal.

“Sementara untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19, kami juga melakukan pemeriksaan di posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM,” tandasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait