"Jelas, jelas langsung saya langsung tugas kan langsung bu kadis suruh koordinasi. Karena bagaimanapun untuk kessellamatan dirinya dan juga penumpang," katanya lagi.
Andika Hazrumy marah pelaksanaan pengecekan Covid-19 karrna tidak menggunakan APD lengkap dan tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku.
"Minimal kan kalau petugas medis itu dilengkapi dengan peralatan medis maskernya harus betul-betul jelas yang betul kan memakainya juga, tadi kan pas dilihat maskernya agak turun petugasnya.
Tidak pake gloves atau sarung tangan, tidak pake Hazmat suit, tidak pake face shield, dan juga perlengkapan medis lainnya," jengkel Andika.
Andika juga melihat beberapa kantong bekas test GeNose penumpang yang akan melakukan penyeberangan masih terlihat berserakan dilantai. Hal itu membuat Andika kecewa.
Baca Juga:Wagub Banten Marah, Test GeNos Di Pelabuhan Merak Tidak Sesuai Prosedur
"Kantong GeNose juga kan itu langsung dibuka, engga sembarangan sebenarnya membuka kantong GeNose itu, dan juga banyak kantong bekas yang berserakan seharusnya itu disimpan di tempat tertutup," tandasnya.
Di tempat yang sama, Kadinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, Pelaksanaan test GeNose yang ada di Pelabuhan Merak itu kan dari pihak swasta yang bekerja sama dengan negara.
"Tadi sudah saya koordinasikan dengan kepala KKP agar itu ditegur kembali dan diingatkan pengusahanya, yang seharus pada pemeriksaan GeNose itu dia tidak memakai APD lengkap oke, tapi dia harus menggunakan masker maksimal," katanya.
Dikatakan Ati, pembuangan plastik GeNos harus dilakukan tertutup dan tidak sembarangan, karena itu akan ada potensi untuk penyebaran Covid-19.
Baca Juga:Pemudik Lewat Terminal Poris Plawad Dites GeNose, Gratis!