alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jembatan Bambu Akses ke Ponpes Tahfizd Quran Almapus Menes Rusak Parah

Hairul Alwan Selasa, 13 April 2021 | 04:16 WIB

Jembatan Bambu Akses ke Ponpes Tahfizd Quran Almapus Menes Rusak Parah
Santri Tahfizd Quran Almapus di Kecamatan Menes melewati jembatan rusak (Bantennews.co.id)

Jembatan sepanjang 20 meter yang melewati Sungai Leuwi Panjang itu kini dalam keadaan posisi miring. Warga berharap pemerintah dapat segera membuatkan jembatan permanen.

SuaraBanten.id - Jembatan Bambu Akses ke Ponpes Tahfizd Quran Almapus Menes Rusak Parah usai diterjang hujan beberapa hari lalu. Akibatnya, puluhan santri harus melewati jembatan bambu saat hendak pergi mengaji.

Jembatan sepanjang 20 meter yang melewati Sungai Leuwi Panjang itu kini dalam keadaan posisi miring. Warga berharap pemerintah dapat segera membuatkan jembatan permanen di lokasi tersebut.

Salah satu warga sekitar, Encep (47) mengatakan, jembatan bambu tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat empat tahun lalu. Namun jembatan bambu tersebut rusak dan hampir hancur usai diguyur hujan.

“Jembatan tersebut rusak akibat diguyur hujan empat hari yang lalu, sehingga ketika anak-anak santri yang ingin mengaji ke Ponpes Tahfizd Quran Almapus harus bergelantungan, bahkan ada juga yang harus memutar dengan jarak yang lebih jauh lagi,” kata Encep, Senin (12/4/2021).

Baca Juga: Idap Tumor Payudara, Istri Pedagang Pempek di Menes Tak Punya Biaya Berobat

Kata dia, santri yang mengaji ke Ponpes tersebut bukan hanya warga sekitar melainkan ada juga dari warga di luar kampung Pasir Kacapi seperti Kampung Koranji,Tegal Baros dan Sigotong. Alhasil, para santri tersebut harus mempertaruhkan keselamatan mereka ketika akan pergi mengaji.

“Tentu kami berharap agar dibangun jembatan yang permanen, sebab kalau tidak, bisa membahayakan santri yang sedang menuntut ilmu,” jelasnya.

Sementara itu, Kades Alas Wangi, Kecamatan Menes, Adi Supriadi mengaku sempat mengajukan anggaran dari Dana Desa namun anggaran tersebut terkena pergeseran anggaran akibat Covid-19.

“Tahun kemaren anggaran desa kena penggeseran Covid-19, ada juga dari alumni ponpes tersebut akan mengajukan ke PU Provinsi, saya sudah tanda tangan, tapi memang sampai sekarang belum ada rencana perbaikan kayanya,” ucapnya.

Baca Juga: Miris! Pasutri Tinggal Beratap Terpal Cuma Berpenghasilan Rp12 Ribu Sehari

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait