Mitos Kurangi Tekanan Angin Ban Sepeda Motor di Musim Hujan, Nyatanya ...

Agar ban lebih melekat ke permukaan tanah, maka tekanan anginnya mesti dikurangi. Wah, hati-hati dengan mitos ini.

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Rabu, 13 Januari 2021 | 21:10 WIB
Mitos Kurangi Tekanan Angin Ban Sepeda Motor di Musim Hujan, Nyatanya ...
Ilustrasi memeriksa tekanan ban motor. [Shutterstock]

SuaraBanten.id - Pernah mengalami atau melihat pengendara sepeda motor turun dari tunggangan untuk mengurangi tekanan angin pada ban di saat hujan turun? Hati-hati, jangan ikut serta, karena tindakan ini justru bisa membahayakan kegiatan mengemudi.

Mitos yang menyebut tekanan ban sepeda motor mesti dikurangi saat hujan sebaiknya  dilupakan saja.  Pasalnya, bila tekanan tidak sesuai, kegiatan berkendara turut menjadi tidak nyaman.  Dengan situasi ban lebih tergerus ke aspal, maka ulir atau pola kembangan ban bisa ikut terkikis. Ujung-ujungnya,  menimbulkan kecelakaan atau laka lantas. Dan lingkaran velg pun bisa jadi ikut bopeng-bopeng karena ban dikurangi tekanan anginnya.

Menghadapi musim hujan, perhatian atas tekanan angin pada ban tidak boleh kendor.

Dipetik kanal otomotif Suara.com, jaringan SuaraBanten.id, dari laman Federal Oil berikut adalah penjelasan tentang pengisian angin pada ban di musim hujan.

Baca Juga:Sepeda Motor Listrik Elbike, Karya Keren Startup Binaan PT Elnusa Tbk

Suasana arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto saat dilanda hujan deras siang ini di Jakarta, Senin (26/10). [Suara.com/Alfian Winanto]
Suasana arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto saat dilanda hujan deras. Sebagai ilustrasi mengemudi sepeda motor saat hujan turun [Suara.com/Alfian Winanto]

Berikut tips dan penjelasan soal tekanan angin ban sepeda motor di musim hujan:

  • Untuk tekanan ban motor matik disarankan berkisar 28–30 psi untuk ban depan, sedangkan ban belakang sekitar 31–33 psi.
  • Bila kondisi tekanan ban di bawah rata-rata, perlu dilakukan penambahan tekanan angin di tempat yang terpercaya. Selain untuk menghindari risiko kecelakaan, juga demi menjaga keawetan dari ban sendiri.
  • Saat melaju di bawah hujan atau melahap trek basah, tidak perlu melakukan pengurangan tekanan angin ban.
  • Bila melakukan pengurangan tekanan angin ban ketika hujan, memang tapak permukaan ban yang menempel di aspal bisa lebih besar, namun buruknya, saat melakukan manuver dalam kecepatan tinggi akan lebih mudah tergelincir.
  • Lebih baik jika pengendara tetap memberikan tekanan angin ban yang stabil baik dalam kondisi apapun.
  • Bila mengkhawatirkan daya cengkeram ban pada saat jalanan basah, tenang saja. Situasi ini sudah diatasi oleh pola kembangan ban sebagai jalur air untuk mencegah motor tergelincir ketika melakukan pengereman atau berbelok.
  • Di musim hujan, perhatikan tingkat kedalaman pola kembangan ban atau ulir ban, ketimbang harus mengurangi tekanan anginnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak