alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jangan Ragu Olahraga di Suhu Dingin, Bisa Pangkas Lebih Banyak Lemak

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana Minggu, 10 Januari 2021 | 18:01 WIB

Jangan Ragu Olahraga di Suhu Dingin, Bisa Pangkas Lebih Banyak Lemak
Ilustrasi. (Shutterstock)

Sebuah studi menemukan bahwa olahraga di suhu yang dingin bisa lebih efektif memangkas lemak. Begini penjelasannya.

SuaraBanten.id - Olahraga rutin diperlukan jika seseorang ingin lebih bugar sekaligus memangkas lemak dalam tubuh. Penelitian baru menunjukkan bahwa olahraga intensitas tinggi dapat membantu membakar lebih banyak lemak saat dilakukan dalam cuaca dingin.

Studi ini diterbitkan sebelum dicetak di Journal of Applied Physiology. Melansir dari Mdlinx, aktivitas fisik secara teratur meningkatkan metabolisme nutrisi yang dikonsumsi dan membantu mengatur kadar lipid atau lemak dalam darah.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa olahraga intensitas tinggi lebih baik untuk metabolisme lipid dan oksidasi daripada latihan terus menerus dengan intensitas sedang.

Dalam sebuah studi baru, sekelompok kecil sukarelawan dewasa yang cukup bugar dan kelebihan berat badan berpartisipasi dalam dua sesi latihan intensitas tinggi malam yang dipisahkan seminggu.

Baca Juga: Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia: Proses dan Faktornya

Dalam kedua sesi tersebut, para relawan menyelesaikan 10 sprint bersepeda satu menit dengan upaya 90 persen. Di akhir sesi sprint, para relawan diijinkan untuk melakukan pendinginan dengan bersepeda atau jalan kaki lambat.

Ilustrasi olahraga di rumah (shutterstock)
Ilustrasi olahraga di rumah (shutterstock)

Dalam satu sesi latihan, suhu lingkungan termoneutral sekitar 21 derajat Celcius. Lingkungan termoneutral cukup hangat sehingga tidak mengubah proses metabolisme. Suhu ruangan di sesi lainnya adalah 0 derajat Celcius.

"Penelitian ini menemukan bahwa olahraga intensitas tinggi dalam cuaca dingin meningkatkan oksidasi lipid sebesar 358 persen selama latihan dibandingkan dengan latihan intensitas tinggi di lingkungan termoneutral," catat tim peneliti.

Meskipun begitu peneliti menegaskan bahwa respons metabolik jangka panjang setelah makan makanan berlemak tinggi tidak berubah secara substansial setelah kondisi dingin. Penelitian ini juga tidak memberikan penjelasan mengapa suhu dingin berpengaruh pada pemangkasan lemak. 

Baca Juga: Kemenpora Dorong Atlet Jadi Prioritas Penerima Vaksin Covid-19

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait