"Anak saya bisa berangkat dan tahu perusahaan sponsor di Jakarta itu karena temannya yang juga TKI. Sebelum itu anak saya itu bekerja tapi berhenti karena mau ikut jadi TKI," ungkapnya.
Sejak itu, Umiyati mau tak mau merelakan putrinya pergi ke luar negeri menjadi TKW.
Dia pun sempat menasihati anaknya untuk berhati-hati di negeri seberang.
"Saya sempat pesan sama dia kalau sudah kerja di sana yang nurut sama bos. Kerja baik-baik saja, hati-hati dan jangan tinggalkan salat," paparnya.
Baca Juga:Kemenlu: Tak Ada Tanda Kekerasan di Mayat Perempuan Dalam Koper di Arab
Kini Umiyati hanya berharap jenazah anaknya dipulangkan ke rumahnya untuk disemayamkan.
"Kalau memang sudah meninggal jenazahnya kalau boleh dibawa ke sini. Sampai sekarang saya juga belum mendapat kejelasan, makanya sebenarnya masih tidak percaya," imbuhnya.
6. Rajin Ibadah
Umiyati menyebut sosok putrinya merupakan anak yang penurut dan baik kepada teman-temannya.
"Dia itu selain berbakti kepada orang tuanya, juga baik hati sama teman-temannya. Orangnya tuh royal dan enggak perhitungan sama teman. Apalagi saya emaknya," ucapnya.
Baca Juga:Mayat Afriyani Dibuang di Koper karena Teman Bingung Urus Jenazah di Mekkah
Umiyati melanjutkan, selama bersekolah di Yayasan Nurul Ihsan Kresek (SMU) hingga tamat tahun 2018, Afriyani sering mengajak temannya ke rumah.