alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kronologi Penemuan Bayi di Sungai Ciporang, Kaki Kiri Sudah Dimakan Biawak

M Nurhadi Sabtu, 31 Oktober 2020 | 06:47 WIB

Kronologi Penemuan Bayi di Sungai Ciporang, Kaki Kiri Sudah Dimakan Biawak
Ilustrasi penemuan mayat. [Suara.com/Rambiga]

"Jasad bayinya sudah dibawa ke RSUD 45. Sudah tak lagi utuh sewaktu ditemukan warga. Tubuhnya membusuk, kaki kirinya putus dimakan biawak," kata AKP Danu.

SuaraBanten.id - Penemuan sosok bayi yang tidak lagi utuh gegerkan warga di sekitar Sungai Ciporang. Seperti yang dikabarkan sebelumnya, bayi yang jadi dimakan biawak di Sungai Ciporang diketahui baru lahir. 

Hal itu lantaran masih ada talipusar yang belum dipotong. diduga bayi itu dibuang sesaat setelah ia dilahirkan ke dunia.

Mayat bayi yang tidak lagi utuh itu ditemukan warga Desa Pajawanlor, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan sudah dalam keadaan membusuk. 

Nahas, kaki kiri si bayi tersebut sudah tidak ada lantaran diduga habis dimakan biawak.

"Jasad bayinya sudah dibawa ke RSUD 45. Sudah tak lagi utuh sewaktu ditemukan warga. Tubuhnya membusuk, kaki kirinya putus dimakan biawak," kata AKP Danu Radity dalam keterangan resminya, Jumat (30/10/2020).

Mayat bayi lelaki itu ditemukan tak lagi utuh di aliran Sungai Ciporang, Senin (26/10/2020) lalu.

Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Danu Radity menduga, orang tua bayi sengaja membuang bayinya ke sungai. Bayi yang menggambang kemudian jadi santapan biawak.

Diduga, sang jabang bayi dibuang orang tuanya sendiri.  Berdasarkan keterangan saksi-saksi, mayat bayi malang itu ditemukan hari Senin sekitar pukul 08.45 WIB.

Warga saat itu mencurigai terdapat bangkai di aliran sungai. Setelah diperiksa, adalah mayat bayi.

"Kami menduga bayi itu dibuang orangtuanya setelah lahir. Sebab, ketika ditemukan, masih ada tali pusar di perutnya," kata dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait