![Eddie van Halen tanpa rambut gondrong khasnya, dipotret sekitar tahun lalu [Instagram: eddievanhalen].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/10/07/27730-eddie-van-halen-1.jpg)
"Semua gitaris, berapa pun usianya pasti menjadikan dia sebagai mozartnya gitaris. Orang bisa suka main gitar siapapun dia dari Ech Edani, Baron, Ridho Slank, Cella Kotak pasti menjadikan dia sosok panutan setelah Jimmy Hendrix," tuturnya.
"Wajib lah untuk gitaris, walaupun enggak wajib rasanya aneh bahwa salah satu gitaris yang memiliki inovasi dan virtuoso dengan teknis two hand tapping-nya itu enggak diketahui gitaris-gitaris di Indonesia," tambah Adib.
Selain itu, Adib menyebut, Van Halen sebagai icon, inovator dan virtuoso (ahli pemain musik) karena gaya permainanya banyak menginspirasi musik dunia.
Sekali lagi Adib menyebut, kini musisi di Indonesia dan dunia berduka kehilangan sosok gitaris legendaris.
Baca Juga:Jejak Kisah Van Halen di Rangkasbitung Banten dan Sosok Eugenia Van Beers
"Tidak hanya gitaris. Tapi banyak musisi Indonesia terutama yang hidup di era 80-90-an di masa kejayaan mereka dan gitaris yang pernah nonton. Rhido Slank pernah dapet handuknya dan Dewa Budjana yang menonton konser terakhirnya," pungkasnya.
Kontributor : Wivy Hikmatullah