Indeks Terpopuler News Lifestyle

Ivermectin Bisa Jadi Obat Covid-19? Ahli Ungkap Fakta Sebenarnya

M. Reza Sulaiman | Hikmawan Muhamad Firdaus Kamis, 13 Agustus 2020 | 13:17 WIB

Ivermectin Bisa Jadi Obat Covid-19? Ahli Ungkap Fakta Sebenarnya
Ilustrasi obat antivirus Covid-19. (Pixabay)

Ramai klaim obat Covid-19, termasuk manfaat Ivermectin yang selama ini digunakan sebagai obat kutu dan cacing. Bagaimana fakta sebenarnya?

SuaraBanten.id - Satu lagi obat yang diklaim dapat menyembuhkan Covid-19. Seorang ahli dari Australia mengatakan Ivermectin bisa dipakai untuk menyembuhkan infeksi virus Corona.

Dilansir News.com.au, Profesor Thomas Borody, ahli gastroenterologi yang dikenal sebagai peneliti obat pertama di dunia untuk tukak lambung, mengklaim sebuah obat dapat menyembuhkan Covid-19.

Obat tersebut adalah Ivermectin - obat kutu rambut yang harganya hanya 2 dolar (Rp 30 ribu) - dikombinasikan dengan seng dan antibiotik Doxycycline, memiliki potensi menjadi penyelamat saat ini.

"Ketiga obat ini sudah disetujui," ujar Profesor Borody.

"Mereka tidak membutuhkan uji praklinis atau klinis atau persetujuan tambahan (Administrasi Obat-obatan) kecuali tujuannya adalah untuk menggabungkan dalam satu kapsul, misalnya."

"Program perawatan pasien telah dilakukan di AS dan di tempat lain yang mengindikasikan bahwa program ini dapat bekerja dalam empat hingga enam hari," papar profesor Borody.

Sejumlah negara Amerika Selatan telah menggunakan Ivermectin sebagai pengobatan dan tindakan pencegahan setelah penelitian laboratorium awal menunjukkan bahwa obat itu dapat menghilangkan Covid-19.

Profesor Borody percaya kombinasi dari tiga obat tersebut bisa menjadi obat.

Tetapi para ahli memperingatkan bahwa setiap deklarasi penyembuhan atau pengobatan virus corona harus hati-hati mengingat uji coba untuk sejumlah obat berteori sedang dalam tahap awal.

Ketika ditanya tentang potensi obat kutu tersebut dalam mengobati virus corona, Dr Ian Musgrave, seorang farmakolog molekuler dari Universitas Adelaide mengatakan Ivermectin bukan solusi ajaib.

Baca Juga

Berita Terkait